PONTIANAK INFORMASI – Teguh Sukma Akbar (48), driver ojek online (ojol) masih kesulitan bernafas lantaran hidungnya patah usai dipukul oleh seorang pengemudi mobil yang ternyata oknum TNI di Jalan Perum 4, Panglima Aim, Pontianak Timur, pada Sabtu (20/9/2025) sore.
Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Medika Djaya. Korban tampak terbaring lemah di ruang perawatan. Lalu, terlihat bagian pipi kiri korban mengalami bengkak, begitu juga mata sebelah kiri korban tertutup.
Keponakan korban, Jani Fitri, menyebut saat ini pamannya masih menjalani perawatan intensif. Sebelumnya, korban sempat dirawat di ruang ICU sebelum di ruang rawat inap.
“Sekarang kondisinya sudah mendingan, tapi itu cuman susah nafas karena hidungnya patah dan di dalam masih ada darah beku perawatnya tidak berani bersihkan,” ungkap Jani saat ditemui di rumah sakit, Minggu (22/8/25).
Jani mengungkapkan pamannya itu akan menjalani operasi lantaran patah tulang hidung yang dikhawatirkan berdampak pada mata sebelah kiri.
Rencananya, operasi akan berlangsung pada Rabu mendatang. Karena saat ini dokter spesialis yang menangani sedang berada di luar kota.
“Karena hidungnya patah, dokter bilang harus operasi takutnya berdampak ke mata. Soalnya ini benar-benar patah hidungnya,” jelas Jani.
Jani menegaskan meski pelaku sudah menyampaikan permintaan maaf saat mediasi di Markas Pomdam XII Tanjungpura, keluarga bersama komunitas ojol menolak berdamai. Mereka menegaskan kasus ini harus diproses secara hukum hingga tuntas.
“Biarpun operasinya ditanggung sama pihak pelaku, keluarga besar tetap tidak mau (damai). Kemarin juga sudah mediasi sama kepala PM juga. Pelakunya juga. Sama kepala ojol juga. Jadi tetap proses jalur hukum, sudah tanda tangan juga,” tukasnya.
