Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Hadapi Lonjakan Kasus, RSUD SSMA Latih Nakes Tangani Demam Berdarah
  • Lokal
  • News

Hadapi Lonjakan Kasus, RSUD SSMA Latih Nakes Tangani Demam Berdarah

Editor PI 15/09/2023
dbd-ptk

dr Rista Lestari, MSc, Sp A tengah menyampaikan materi pelatihan bagi tenaga kesehatan di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. (Dok. RSUD Pontianak)

PONTIANAK INFORMASI, PONTIANAK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak menggelar pelatihan penyegaran penanganan lonjakan kasus demam berdarah kepada dokter umum, perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan perawat rawat inap di Aula RSUD SSMA, Kamis (14/9/2023).

Dokter Spesialis Anak, dr Rista Lestari, MSc, Sp A menjelaskan, indikasi meningkatnya kasus demam berdarah sudah dirasakan dalam tiga hingga empat bulan terakhir. Angka yang biasanya hanya 20-30 persen dari total pasien yang dirawat, saat ini didominasi oleh pasien DBD.

“Sekarang total 26 bed yang kita miliki atau yang kita buka itu hampir 80 persen pasiennya memang demam berdarah, jadi angkanya memang tinggi,” paparnya yang menjadi pemateri pada pelatihan tersebut.

Meskipun dengan kondisi demikian untuk pasien DBD saat ini di RSUD SSMA sudah dilaksanakan penanganannya sesuai dengan standar World Health Organization (WHO), terutama berkaitan tata laksana penanganan demam berdarah.

Menurutnya, tata laksana demam berdarah terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah pasien tanpa tanda bahaya. Terhadap pasien ini hanya diberikan edukasi rawat jalan. Kedua pasien yang dikelompokkan dengan tanda bahaya atau yang memang berasal dari populasi dengan risiko tinggi yang bisa diprediksi bahwa saat kritis akan mengalami pemberatan.

“Terakhir atau ketiga adalah kelompok pasien yang memerlukan tata laksana intensif dan serius, yang mana biasanya sudah demam berdarah dengan manifestasi berat,” jelasnya.

Selain menyiapkan tenaga medis melalui pelatihan penanganan demam berdarah, RSUD SSMA juga mengedukasi masyarakat bekerja sama dengan Tim Humas dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS). Edukasi yang disampaikan adalah bagaimana menangani dan mengenali tanda-tanda bahaya, mulai dari bagaimana menghindari gigitan nyamuk pada anak-anak hingga memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar.

“Tujuannya agar tidak membiarkan genangan air yang akan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk terutama di musim sekarang,” tuturnya.

Rista bilang, hal yang terpenting adalah memberikan pemahaman yang benar tentang demam berdarah kepada masyarakat supaya tidak terjadi kepanikan yang luar biasa di masyarakat. Kemudian mereka juga harus memahami demam berdarah dalam konteks yang benar bahwa tidak semuanya demam berdarah menjadi berat, ada juga yang berjalan demam tanpa pemberatan.

Disamping itu, saat ini sudah tersedia vaksin untuk demam berdarah yang telah disetujui penggunaannya oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk anak-anak berusia 6 tahun ke atas, berupa dua kali suntikan dengan interval tiga bulan atau 12 minggu.

“Jika memungkinkan untuk mendapatkan dua kali suntikan vaksinasi demam berdarah, maka di satu sisi bisa meminimalisir angka kejadian demam berdarah dan juga kejadian Dengue Shock Syndrome (DSS) menjadi lebih hening. Oleh sebab itu, kita coba terus sampaikan ke masyarakat baik di kegiatan sehari-hari di Poli maupun lewat penyuluhan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Unit Pelaksana Teknis (UPT) RSUD SSMA dr Eva Nurfarihah, MKes SpTHT-KL menyatakan, di Pontianak memang sedang ada kenaikan angka kesakitan penyakit demam berdarah, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Tetapi memang demam berdarah didominasi oleh anak-anak.

“RSUD SSMA sendiri sudah menambah kapasitas bed untuk anak-anak menjadi 26 bed dan ada bed khusus untuk observasi shock DSS,” sebutnya.

Eva mengatakan, penyebab dari demam berdarah adalah jentik nyamuk. Oleh karenanya, sebagai upaya mencegah penyakit demam berdarah adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Nyamuk ini berkembang biak di air yang menggenang, jadi jangan sampai ada air yang menggenang, intinya kita harus menjaga kebersihan,” tukasnya.

Dia mengimbau apabila anak-anak demam agar tidak terlalu panik, terlebih lagi melakukan pemeriksaan ke laboratorium dengan inisiatif sendiri. Namun sebaiknya, sebagai langkah pertama bisa ke dokter puskesmas atau rumah sakit untuk meminta saran, baru setelah itu jika diperlukan baru dilakukan pemeriksaan laboratorium.

“Sebetulnya penyakit demam berdarah itu bisa saja diobservasi dulu di rumah, tidak perlu terlalu panik. Obat yang diberikan oleh dokter diminum. Kalau perlu observasi ketat mengenai suhu atau gejalanya semakin berat, segera bawa ke rumah sakit atau ke IGD,” tutupnya. (Rs)

Tags: Kalbar Kesehatan Pemkot Pontianak Pontianak

Continue Reading

Previous: Muda Mahendrawan Dorong Digitalisasi Festival Budaya Robo-robo untuk Tarik Lebih Banyak Wisatawan
Next: Robo-robo di Kubu Raya Jadi Ajang Promosi Produk UMKM, Muda Mahendrawan: Pasar Ekonominya Meningkat

Related Stories

fe7faf29-a008-4bc6-a524-f00fbd75377c
  • Lokal
  • News

Naik Dango ke-3 Dimulai, Wako Edi: Jaga dan Lestarikan Nilai Kearifan Lokal

Editor PI 21/04/2026
207d7534-45d8-453c-b458-14f0713907f7
  • Lokal
  • News

Sosialisasikan PPDB 2026, Bahasan Sebut Akan Tindak Tegas Praktik Siswa Titipan

Editor PI 21/04/2026
IMG_2277
  • News

DPRD Kalbar: Kenaikan BBM Non Subsidi Bisa Picu Kenaikan Harga Barang

Editor PI 21/04/2026

Berita Terbaru

  • Naik Dango ke-3 Dimulai, Wako Edi: Jaga dan Lestarikan Nilai Kearifan Lokal 21/04/2026
  • Sosialisasikan PPDB 2026, Bahasan Sebut Akan Tindak Tegas Praktik Siswa Titipan 21/04/2026
  • DPRD Kalbar: Kenaikan BBM Non Subsidi Bisa Picu Kenaikan Harga Barang 21/04/2026
  • Ketua DPRD Kalbar Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dorong Percepatan Tol Supadio–Kijing 21/04/2026
  • Pria Jambret HP Bocah di Pontianak Berhasil Ditangkap, Kenangan Foto Bersama Almarhum Ayah Hilang 21/04/2026
  • IBI di Garda Terdepan: Menguatkan Peran Bidan dalam Transformasi Kesehatan Ibu dan Anak 21/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

fe7faf29-a008-4bc6-a524-f00fbd75377c
  • Lokal
  • News

Naik Dango ke-3 Dimulai, Wako Edi: Jaga dan Lestarikan Nilai Kearifan Lokal

Editor PI 21/04/2026
207d7534-45d8-453c-b458-14f0713907f7
  • Lokal
  • News

Sosialisasikan PPDB 2026, Bahasan Sebut Akan Tindak Tegas Praktik Siswa Titipan

Editor PI 21/04/2026
IMG_2277
  • News

DPRD Kalbar: Kenaikan BBM Non Subsidi Bisa Picu Kenaikan Harga Barang

Editor PI 21/04/2026
IMG_2237
  • Lokal
  • News

Ketua DPRD Kalbar Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dorong Percepatan Tol Supadio–Kijing

Editor PI 21/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.