PONTIANAK INFORMASI – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, meminta pemerintah kembali menerapkan pembelajaran secara daring, melihat kondisi kualitas udara yang dinilai tidak sehat membuat
Satarudin mengatakan fenomena karhutla hampir selalu terjadi setiap tahun. Meski begitu, ia menyebut kondisi di Kota Pontianak relatif aman karena hujan telah turun dalam beberapa waktu terakhir.
“Karhutla ini fenomena yang terjadi setiap tahun, pembakaran lahan. Tapi sudah kita imbau untuk tidak membakar lahan. Kalau Pontianak masih amanlah. Yang jelas sudah ada hujan, air tidak asin lagi, tapi kabut masih ada,” kata Satarudin.
Ia meminta Pemerintah Kota Pontianak mempertimbangkan kembali kebijakan pembelajaran di sekolah apabila kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat.
Menurutnya, keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi perhatian, terutama jika kondisi udara belum memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.
“Saya harap Pemerintah Kota Pontianak melalui wali kota, kalau kualitas udara tidak layak untuk sekolah, diliburkan lagi sambil melihat informasi dari BMKG,” ujarnya.
Satarudin menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, kondisi kabut asap berpotensi masih terjadi hingga September mendatang. Ia berharap hujan dan angin dapat membantu mengurangi konsentrasi asap di Pontianak.
“Info-nya sampai bulan sembilan seperti ini. Mudah-mudahan ada hujan dan angin, asapnya akan lari,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama berdoa agar hujan segera turun dan kondisi udara di Pontianak kembali membaik.
“Kita sama-sama mengetuk pintu langit supaya turun hujan,” pungkasnya.
