PONTIANAK INFORMASI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kubu Raya. Kali ini, api menghanguskan sekitar 1 hektare lahan di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, dan turut membakar area Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Kobaran api bahkan sempat mengancam permukiman warga yang berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi kebakaran.
Tim gabungan dari Polsek Sungai Ambawang, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Lembaga Pengendalian Hutan Desa (LPHD) Teluk Bakung diterjunkan untuk memadamkan api yang membesar di tengah musim kemarau.
Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan proses pemadaman berlangsung tidak mudah. Selain harus menghadapi kepulan asap pekat dan cuaca panas, petugas juga kesulitan mendapatkan sumber air karena parit di sekitar lokasi telah mengering.
“Tim gabungan berjibaku di tengah kepungan asap pekat dan hawa panas yang menyengat. Ketiadaan air karena parit mengering membuat anggota dan relawan harus bekerja ekstra keras. Ini bukan sekadar memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan permukiman warga dan menghormati tempat peristirahatan terakhir saudara-saudara kita,” kata Ade, Rabu (22/7).
Meski api di permukaan telah berhasil dipadamkan, petugas belum meninggalkan lokasi. Mereka masih melakukan pemantauan terhadap bara api di bawah permukaan tanah yang dikhawatirkan dapat kembali memicu kebakaran.
“Kami masih melakukan pantau bara untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali,” ujarnya.
Sementara itu, kepolisian juga mulai menyelidiki penyebab kebakaran. Polisi memastikan akan mengusut apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
“Kami sedang melakukan penyelidikan mendalam. Kami akan mengusut tuntas apakah ada unsur kesengajaan dari oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas Ade.
Polres Kubu Raya kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di tengah musim kemarau yang membuat lahan gambut sangat mudah terbakar dan api cepat menyebar. Polisi juga meminta warga segera melapor apabila menemukan titik api agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum meluas.
