PONTIANAK INFORMASI – Kepulangan tim Lomba Cerdas Cermat (LCC) SMAN 1 Pontianak dari Jakarta usai diundang Wakil Presiden RI terkait polemik LCC Empat Pilar Kebangsaan disambut hangat jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kamis (14/5).
Kedatangan tim disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson bersama Ketua Ikatan Alumni (IKA) Smansa Pontianak, Windy Prihastari di ruang VIP Bandara Supadio.
Penyambutan itu menjadi bentuk apresiasi atas perhatian nasional yang diterima tim LCC Smansa Pontianak usai mengikuti rangkaian agenda di Jakarta, termasuk pertemuan dengan Wakil Presiden RI.
Harisson mengatakan, pemerintah daerah memberikan dukungan moral kepada para pelajar agar tetap memperjuangkan hak mereka dan tidak kehilangan rasa keadilan.
“Saya memberikan semangat kepada mereka untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Jangan sampai ada rasa ketidakadilan itu tertanam pada jiwa para pemuda kita,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Presiden RI, pimpinan MPR RI, anggota DPR RI, dan masyarakat Indonesia yang telah memberikan perhatian kepada para pelajar asal Kalbar tersebut.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Wakil Presiden RI, Ketua MPR RI dan seluruh anggota maupun Pak Rifqinizamy, Ketua Komisi II DPR RI, dan seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan kepada adik-adik kita,” katanya.
Menurut Harisson, nilai keadilan harus terus dijaga dan menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Mari kita terus bangun rasa keadilan yang memang sudah ditanamkan dan menjadi falsafah dalam Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” tambahnya.
Terkait polemik hasil LCC Empat Pilar Kebangsaan, Harisson menilai tidak perlu ada pertandingan ulang di daerah. Ia mengusulkan agar SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas sama-sama diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti babak final tingkat nasional.
“Saya sebenarnya menyarankan agar baik SMAN 1 Sambas maupun SMAN 1 Pontianak dipanggil ke Jakarta untuk mengikuti final di sana. Jadi tidak perlu kita mengulang lagi LCC ini di Pontianak,” tegasnya.
Ia menilai langkah tersebut lebih adil mengingat polemik yang terjadi merupakan dampak dari kekeliruan dalam proses penilaian sebelumnya.
Suasana penyambutan berlangsung hangat. Ocha dan rekan-rekannya tampak disambut penuh kebanggaan sebagai pelajar yang telah membawa nama Kalimantan Barat ke tingkat nasional.
