Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 Menurun, Kalbar Zona Hijau? Ini Penjelasan Kadinkes
  • News

Keterisian Tempat Tidur RS Covid-19 Menurun, Kalbar Zona Hijau? Ini Penjelasan Kadinkes

Editor PI 08/08/2021
BOR-RS-Kalbar-Per-7-Agustus-2021

Data BOR Rumah Sakit Se-Kalbar, Data Dinkes Kalbar per 7 Agustus 2021

Pontianak – Data Dinas Kesehatan Kalimantan Barat per 7 Agustus 2021 menunjukkan bahwa keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di seluruh Rumah Sakit (RS) Kalbar mengalami penurunan. Apakah Kalbar masuk zona hijau? Berikut penjelasan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kalbar, Harisson.

Harisson mengatakan BOR rumah sakit di Kalbar per 7 Agustus 2021 menurun hingga angka 46,66 persen. Dengan angka tersebut, dikatakannya secara angka Kalbar sebenarnya sudah masuk dalam zona hijau untuk indikator keterisian tempat tidurnya.

“Kita se-Kalbar turun mencapai 46,66 persen dan ini sebenarnya berada pada zona hijau,” kata Harisson, seperti dikutip dari InsidePontianak (8/8/2021).

Data BOR Rumah Sakit Se-Kalbar, Data Dinkes Kalbar per 7 Agustus 2021

Berdasarkan data tersebut, Harisson menjelaskan bahwa secara umum telah terjadi penurunan kasus positif Covid-19 di wilayah Kalbar.

Sebelumnya, BOR Rumah Sakit di Kalbar biasanya berada di atas 50 persen. Hasil kerja keras pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menunjukkan hasil positif, sekarang BOR RS di Kalbar telah turun.

Seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso, Pontianak, saat ini BOR di RS tersebut juga turun, menjadi 53,68 persen. Biasanya BOR di RSUD Soedarso berkisar 70-80 persen.

Meski sudah zona hijau indikator keterisian tempat tidurnya, secara keseluruhan Kalbar belum masuk ke zona hijau. Sebab, penentuan kategori zona tidak hanya bersumber dari indikator BOR saja, tetapi juga dilihat dari 14 indikator lainnya. Daerah yang berzona hijau adalah daerah yang tak ada catatan kasus positif coronanya.

15 Indikator Kategori Zona

Menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Indonesia, total ada 15 indikator untuk penentuan akhir kategori zona, diantaranya:

  1. Penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  2. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  3. Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  4. Penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  5. Penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  6. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%)
  7. Kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif
  8. Kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan dari ODP dan PDP
  9. Penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk
  10. Penurunan angka kematian per 100.000 penduduk
  11. Rt – angka reproduksi efektif kurang dari 1 (sebagai indikator yang ditriangulasi)
  12. Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu
  13. Positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%)
  14. Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif COVID-19
  15. Jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif COVID-19.

Setelah 15 indikator tersebut didapatkan datanya, keseluruhan angka tersebut akan dikategorikan lagi dalam bentuk skor dan pembobotan untuk menentukan zona risikonya. Lebih jelasnya, berikut keterangan dari skor zona risiko dan kategori zonanya:

  1. Zona merah: zona risiko tinggi (skor 0 sampai 1,8)
  2. Zona oranye: zona risiko sedang (skor 1,9 sampai 2,4)
  3. Zona kuning: zona risiko rendah (skor 2,5 sampai 3,0)
  4. Zona hijau: zona tidak terdampak, tidak tercatat kasus Covid-19.
Tags: Covid-19 Covid-19 Kalbar Kalbar Penangan Pandemi Covid-19

Continue Reading

Previous: Menurut Penelitian, Ini 7 Strategi Content Marketing yang Efektif & Efisien di Medsos
Next: Resmi Tinggalkan Barca, Messi: Sangat Sedih Karena Saya Tidak Ingin Meninggalkan Klub

Related Stories

IMG_2254
  • News

Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga

Editor PI 23/04/2026
8b51248c-78ba-4acc-a6ed-d4d69d5cc076
  • Lokal
  • News

Pontianak Tuan Rumah Rakor APEKSI se-Kalimantan 2026

Editor PI 23/04/2026
be20164a-7548-44a4-b788-bad228fb3d81
  • Lokal
  • News

Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Desa, Pemprov Kalbar Luncurkan Desa Sakti

Editor PI 23/04/2026

Berita Terbaru

  • Dinkes Kalbar Kick Off Pelaksanaan CKG Bagi ASN Pemprov Kalbar 24/04/2026
  • NasDem Dukung Usulan KPK: Capres dari Kaderisasi Partai Dinilai Perkuat Loyalitas 23/04/2026
  • Golkar: Capres-Cawapres Tak Harus dari Kader Partai, Semua Tokoh Terbaik Perlu Diberi Ruang 23/04/2026
  • PAN: Masa Jabatan Ketum Parpol Sebaiknya Diatur Internal, KPK Diminta Fokus Penegakan Hukum 23/04/2026
  • Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga 23/04/2026
  • Pontianak Tuan Rumah Rakor APEKSI se-Kalimantan 2026 23/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

Dinkes Kalbar Kick Off Pelaksanaan CKG Bagi ASN Pemprov Kalbar
  • Kesehatan

Dinkes Kalbar Kick Off Pelaksanaan CKG Bagi ASN Pemprov Kalbar

Editor PI 24/04/2026
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
  • Politik

NasDem Dukung Usulan KPK: Capres dari Kaderisasi Partai Dinilai Perkuat Loyalitas

Editor PI 23/04/2026
Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji.
  • Politik

Golkar: Capres-Cawapres Tak Harus dari Kader Partai, Semua Tokoh Terbaik Perlu Diberi Ruang

Editor PI 23/04/2026
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay
  • Politik

PAN: Masa Jabatan Ketum Parpol Sebaiknya Diatur Internal, KPK Diminta Fokus Penegakan Hukum

Editor PI 23/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.