PONTIANAK INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalbar mulai menunjukkan perkembangan positif.
Norsan mengungkapkan, Pemerintah bersama TNI dan Polri dan relawan masih terus melakukan upaya pemadaman serta penanganan di lapangan.
Ia mengatakan, dari sisi penegakan aturan, ketentuan terkait karhutla masih tetap berlaku. Ia juga mengapresiasi upaya aparat TNI dan Polri yang turut membantu proses pemadaman di sejumlah lokasi terdampak.
“Kalau mau tegas memang aturan main masih sama. Saya lihat dari kepolisian, TNI, berupaya membantu pemadaman. Aturannya masih sama,” ujar Norsan.
Selain pemadaman darat, Pemprov Kalbar juga melakukan upaya modifikasi cuaca atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mempercepat turunnya hujan.
Norsan menyebutkan, pemerintah mendapatkan dukungan tiga pesawat untuk pelaksanaan OMC dengan metode penyemaian awan menggunakan garam. Dua pesawat ditempatkan untuk membantu penanganan karhutla di Kabupaten Ketapang, sementara satu pesawat disiagakan di Pontianak.
“Pemprov dalam hal ini kita mendapatkan OMC, pesawat untuk semai hujan pakai garam. Ada tiga pesawat, dua kita serahkan ke Ketapang, satu untuk standby di Pontianak,” jelasnya.
Menurut Norsan, kondisi karhutla di Ketapang saat ini mulai berangsur membaik. Sementara di wilayah Kalbar lainnya, kondisi kebakaran juga dinilai tidak separah sebelumnya berdasarkan data pemantauan cuaca.
“Untuk di Ketapang sudah berangsur pulih. Kita sudah mulai tidak terlalu parah melihat dari data BMKG. Alhamdulillah tidak terlalu parah,” katanya.
Meski demikian, Norsan mengingatkan agar seluruh pihak tetap waspada dan tidak lengah terhadap potensi karhutla. Pemerintah, lanjutnya, akan terus melakukan berbagai upaya penanganan sembari berharap hujan segera turun di wilayah Kalbar.
“Mudah-mudahan hujan segera turun. Di samping kita berusaha, kita juga minta masyarakat Jumat ini salat istisqa untuk meminta hujan,” pungkasnya.
