PONTIANAK INFORMASI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat ketersediaan stok darah dengan menggalakkan gerakan donor darah di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan darah bagi pasien di rumah sakit tetap terpenuhi sepanjang tahun.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengatakan donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Karena itu, ia mendorong seluruh ASN yang memenuhi syarat kesehatan agar rutin mendonorkan darah.
“Tujuannya tentu untuk kemanusiaan yang sangat mulia. Saya terus mendukung, memacu, dan memberi semangat kepada seluruh ASN Provinsi yang sehat agar melakukan gerakan kemanusiaan dengan mendonorkan darah untuk membantu saudara-saudara kita yang memerlukan. Ini sangat bermanfaat bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat,” kata Krisantus.
Sementara itu, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pontianak, Siddiq Handanu, mengungkapkan kebutuhan darah di wilayah Pontianak dan sekitarnya mencapai sekitar 45 ribu kantong per tahun atau rata-rata 125 hingga 150 kantong per hari.
Menurutnya, stok tersebut digunakan untuk melayani kebutuhan transfusi di 22 fasilitas kesehatan yang tersebar di Kota Pontianak dan sejumlah kabupaten sekitar.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, PMI mengandalkan donor darah sukarela yang dilakukan secara rutin, termasuk melalui kegiatan donor darah keliling (mobile unit) di berbagai instansi, perusahaan, hingga komunitas.
“Kami memiliki hampir 300 kelompok pendonor darah, baik dari instansi pemerintah, swasta, TNI, Polri, maupun komunitas. Selain itu, pendonor sukarela juga secara rutin mendonorkan darahnya minimal setiap dua bulan sekali,” ujarnya.
Siddiq mengimbau masyarakat yang membutuhkan darah agar terlebih dahulu menghubungi PMI untuk memastikan ketersediaan stok sebelum menyampaikan permintaan melalui media sosial.
Jika stok darah kosong, PMI akan menghubungi pendonor pengganti dari keluarga pasien maupun jaringan kelompok pendonor yang selama ini telah dibina.
“Kalau darahnya tidak ada, kami bisa menghubungi pendonor pengganti dari keluarga atau kelompok-kelompok pendonor yang sudah ada. TNI, Polri, hingga komunitas donor darah juga selalu siap membantu ketika stok darah berkurang, termasuk pada saat Ramadan,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, PMI, instansi, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga pasokan darah agar pelayanan transfusi di rumah sakit dapat berjalan optimal.
Siddiq berharap semakin banyak masyarakat yang bersedia menjadi pendonor sukarela secara rutin karena setiap kantong darah yang didonorkan berpotensi menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan sekaligus menjaga ketersediaan stok darah di Kalimantan Barat.
