PONTIANAK INFORMASI – Terik matahari tak menyurutkan semangat Deddy (47) berdiri di pinggir Jalan Ali Anyang, Pontianak. Perantau asal Bandung itu kembali datang ke Kota Khatulistiwa untuk menjalani rutinitas yang sudah dilakoninya selama lebih dari satu dekade, yakni menjual bendera Merah Putih dan aneka pernak-pernik kemerdekaan.
Bagi Deddy, Agustus bukan hanya bulan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi momen mencari rezeki. Selama berada di Pontianak, ia menumpang tinggal di Asrama Hidayat TNI milik kerabatnya.
“Setahun sekali saya ke Pontianak jualan bendera. Kalau di Bandung saya juga jualan di pasar, tapi khusus bendera ini memang musiman. Sekalian ikut meramaikan Hari Kemerdekaan. Kalau tidak jualan begini, mana mungkin saya bisa ke Pontianak setiap tahun. Hitung-hitung jualan sambil jalan-jalan,” ujarnya saat ditemui, Minggu (2/8/2026).
Deddy mengatakan, tahun ini menjadi tahun ke-11 dirinya berjualan bendera di Pontianak. Ia memilih lokasi yang sama setiap tahunnya karena sudah dikenal pelanggan.
Di lapaknya tersedia berbagai ukuran bendera Merah Putih, umbul-umbul, hingga berbagai aksesori bernuansa kemerdekaan. Harga yang ditawarkan berkisar mulai Rp20 ribu hingga Rp300 ribu. Seluruh barang dagangannya didatangkan langsung dari Jawa Barat.
Meski begitu, mencari rezeki dari jualan musiman bukan perkara mudah. Deddy mengaku penjualan tahun ini masih sepi. Dalam sehari, ia hanya melayani sekitar dua hingga tiga pembeli.
“Yang penting sabar. Sekarang yang jualan sudah banyak, jadi harus bersaing. Dari siang sampai malam panas, kalau hujan juga tetap harus bertahan. Minggu ini baru ada dua sampai tiga pembeli per hari, belum terlalu ramai,” katanya.
Ia juga mengaku terlambat membuka lapak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya ia sudah mulai berjualan sejak akhir Juli agar bisa menjangkau lebih banyak pembeli menjelang puncak peringatan HUT RI.
Meski penjualan belum sesuai harapan, Deddy tetap optimistis. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang mengibarkan Bendera Merah Putih sebagai bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus membawa berkah bagi para pedagang musiman seperti dirinya.
“Harapan saya semoga masyarakat banyak yang beli. Namanya juga jualan bendera, setahun sekali. Harus meriah, harus semangat memeriahkan kemerdekaan,” tuturnya.
