Kesehatan News Tips dan Trik

Tips Hidup Sehat Selama Pandemi Covid-19 dengan 7 Langkah GERMAS Kemenkes

merealisasikan 7 langkah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Kementerian Kesehatan. Berikut tips hidup sehat selama Pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 menuntut kita untuk selalu sehat dan bugar. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjaga pola hidup sehat dan tetap bugar selama pandemi. Salah satunya adalah dengan merealisasikan 7 langkah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) Kementerian Kesehatan. Berikut tips hidup sehat selama Pandemi Covid-19.

Melansir dari situs Dirjen Promosi Kesehatan (Promkes) Kemenkes, GERMAS merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.

Berikut ini tips hidup sehat selama Pandemi Covid-19 dengan 7 langkah GERMAS:

  1. Melakukan Aktivitas Fisik
    Bagian germas aktivitas fisik merupakan salah satu gerakan yang diutamakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan seseorang. Aktivitas fisik dapat dilakukan selama di rumah adalah dengan melaksanakan olah raga setiap hari paling sedikit 30 menit agar dapat menyehatkan jantung dan paru. Aktivitas fisik secara teratur dapat menjaga kesehatan otak dan membantu kita untuk tidur lebih nyenyak. Contoh aktivitas fisik yang dapat dilakukan sehari-hari antara lain belajar, berjalan kaki, berkebun, bekerja di taman, mencuci pakaian dan mobil, mengepel lantai, naik turun tangga dan lain sebagainya.
  2. Makan Buah dan Sayur
    Adapun salah satu kampanye GERMAS adalah kampanye makan buah dan sayur yang memberikan informasi betapa besarnya manfaat  dan kenapa harus makan buah dan sayur setiap hari. Sayur dan buah merupakan sumber vitamin dan mineral yang baik. Dalam sayur dan buah terkandung folat, vitamin c dan serta makanan yang sangat baik untuk membantu menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, bahkan dapat mengangkal penyakit.
  3. Tidak Merokok
    Merokok merupakan kebiasaan yang banyak memberi dampak buruk bagi kesehatan. Berhenti merokok menjadi bagian penting dari gerakan hidup sehat dan akan berdampak tidak pada diri perokok; tetapi juga bagi orang – orang di sekitarnya.
  4. Tidak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol
    Minuman beralkohol memiliki efek buruk yang serupa dengan merokok; baik itu efek buruk bagi kesehatan hingga efek sosial pada orang – orang di sekitarnya.
  5. Melakukan Cek Kesehatan Berkala
    Salah satu bagian dari arti GERMAS sebagai gerakan masyarakat hidup sehat adalah dengan lebih baik dalam mengelola kesehatan. Diantaranya adalah dengan melakukan cek kesehatan secara rutin dan tidak hanya datang ke rumah sakit atau puskesmas ketika sakit saja. Langkah ini memiliki manfaat untuk dapat memudahkan mendeteksi penyakit atau masalah kesehatan lebih dini. 
    Berikut adalah beberapa contoh pengecekan kesehatan yang bisa dilakukan:
    • Cek Kesehatan Berat Badan (BB) dan Tinggi Badan (TB) Secara Rutin
    • Cek Lingkar Perut Secara Berkala
    • Cek Tekanan Darah
    • Cek Kadar Gula Darah Berkala
    • Cek Fungsi Mata Telinga
    • Cek Kolesterol Tetap
    • Cek Arus Puncak Ekspirasi
    • Cek dan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim
    • Cek Sadari Periksa Payudara Sendiri
  6. Menjaga Kebersihan Lingkungan
    Bagian penting dari GERMAS hidup sehat juga berkaitan dengan meningkatkan kualitas lingkungan; salah satunya dengan lebih serius menjaga kebersihan lingkungan. Menjaga kebersihan lingkungan dalam skala kecil seperti tingkat rumah tangga dapat dilakukan dengan pengelolaan sampah. Langkah lain yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan guna mengurangi resiko kesehatan seperti mencegah perkembangan vektor penyakit yang ada di lingkungan sekitar.
  7. Menggunakan Jamban
    Aspek sanitasi menjadi bagian penting dari gerakan masyarakat hidup sehat; salah satunya dengan menggunakan jamban sebagai sarana pembuangan kotoran. Aktivitas buang kotoran di luar jamban dapat meningkatkan resiko penularan berbagai jenis penyakit sekaligus menurunkan kualitas lingkungan.