PONTIANAK INFORMASI – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan pondasi tiang listrik di Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) dicor dengan batok dan sabut kelapa.
Video ini diunggah akun Facebook (FB) Fahri Aghifari pada Selasa, (11/11/25). Video tersebut memicu kemarahan publik karena memperlihatkan dugaan praktik kecurangan dalam proses pengecoran.
Dalam video tersebut, terlihat bagian dalam pondasi tiang listrik yang terbelah, memperlihatkan campuran adukan semen yang terdapat kelapa yang sudah tua serta serabutnya.
“Cerminan budaya korupsi. Tiang baru beberapa hari, mungkin dikiranya di ujung kampung, bukan di jalan besar. Diberi serabut kelapa di dalamnya,” kata Fahri dalam unggahan FB miliknya.
Dirinya menyebut, akibat campuran yang tidak sesuai, tiang itu hanya bertahan sekitar beberapa hari sebelum retak parah dan pecah.
“Semen tiga sak pun mau dikorupsinya. Kepala proyek maupun konsultan tolong dievaluasi. Jangan memberi malu masyarakat,” kata dia.
Unggahan tersebut cepat menyebar, mendapat berbagai komentar dan ribuan tayangan.
Banyak warganet mengomentari dengan nada kecewa sekaligus prihatin, menyebut kasus ini sebagai contoh buruk pengawasan proyek di Sambas yang dianggap jauh dari perhatian.
