PONTIANAK INFORMASI – Kota Pontianak tidak hanya menawarkan daya tarik kuliner dan destinasi wisata. Bagi wisatawan asal Kuching, Sarawak, Malaysia, Abang Sayyidi, keramahan masyarakat menjadi salah satu alasan utama yang membuatnya ingin kembali berkunjung ke Kota Khatulistiwa.
Sayyidi datang bersama empat rekannya dan menghabiskan waktu selama empat hari tiga malam di Pontianak. Selama berada di ibu kota Kalimantan Barat itu, ia mengisi waktu dengan berburu kuliner, menikmati suasana kota, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.
Menurutnya, keputusan berwisata ke Pontianak tidak dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang maupun kondisi ekonomi. Ia menilai pengalaman yang didapat selama berlibur justru menjadi hal yang paling berharga.
“Yang dicari wisatawan itu budaya, makanan, dan pengalaman. Naik turunnya kondisi ekonomi bukan masalah bagi orang yang memang ingin melancong,” kata Sayyidi, Kamis (11/6).
Selama berada di Pontianak, ia mengunjungi sejumlah tempat makan yang cukup populer, di antaranya Tulang Rusukku, Pusaka Minang, Hore Crab, Kampung Kecil, serta mencicipi berbagai kuliner khas seperti bakwan dan mi Pontianak.
Ia mengaku puas dengan berbagai makanan yang dicobanya dan tidak menemukan hidangan yang mengecewakan.
“Tidak pernah ada yang tidak enak. Semua sesuai dengan yang saya cari ketika datang ke Pontianak,” ujarnya.
Selain kuliner, budaya ngopi yang tumbuh di Pontianak juga menjadi pengalaman yang berkesan baginya. Menurut Sayyidi, kota ini memiliki banyak pilihan tempat menikmati kopi, mulai dari warung kopi tradisional hingga kafe modern.
“Saya sangat menghargai kopi di Pontianak. Pilihannya banyak dan rasanya enak-enak,” katanya.
Namun, pengalaman yang paling membekas justru datang dari interaksinya dengan warga lokal. Ia mengaku terkejut dengan sikap terbuka masyarakat Pontianak yang mudah menjalin pertemanan dengan pendatang.
“Saya baru satu hari di Pontianak, sudah ada yang mengajak berteman. Besoknya diajak jalan-jalan, ngopi, bahkan makan bersama. Itu membuat saya sangat terkesan,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuat Sayyidi kembali berkunjung ke Pontianak untuk kedua kalinya dalam bulan yang sama.
Ia berharap semakin banyak masyarakat Sarawak yang datang ke Pontianak agar dapat merasakan langsung kekayaan budaya, kuliner, dan keramahan yang dimiliki Kota Khatulistiwa.
