Mural Superman Lamine Yamal (Foto : X/@ActualiteBarca)
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Mural bergambar Lamine Yamal yang dijuluki “SuperYamal” di Barcelona dirusak beberapa hari setelah perayaan ulang tahunnya yang ke-18 digelar. Mural tersebut awalnya menampilkan Lamine Yamal mengenakan kostum Superman lengkap dengan tulisan, “Ketika kemauan kuat, rintangan jadi kecil.” Namun, tidak lama setelah dipajang, mural ini mendapat aksi vandalisme berupa coretan dan semprotan cat yang merusak wajah sang bintang muda.
Kontroversi yang melanda Yamal muncul dari pesta ulang tahunnya yang digelar secara mewah dan menghadirkan sekitar 250 tamu, termasuk musisi ternama seperti Quevedo, Bad Gyal, dan Nicki Nicole. Dalam acara tersebut, penghibur dengan kondisi dwarfisme atau orang bertubuh kerdil dihadirkan, yang memicu kecaman keras dari Asosiasi Penyandang Akondroplasia dan Displasia Skeletal dengan Dwarfisme (ADEE) Spanyol. ADEE menilai kehadiran penghibur tersebut sebagai bentuk eksploitasi dan pelecehan terhadap penyandang disabilitas.
Presiden ADEE, Carolina Puente, menyatakan dalam situs resmi asosiasi bahwa “Tidak dapat diterima bahwa di abad ke-21, orang dengan dwarfisme digunakan sebagai hiburan. Tindakan ini memperkuat stereotip dan merusak martabat komunitas kami.” Pihak ADEE bahkan berencana menempuh jalur hukum dan sosial untuk menuntut pertanggungjawaban atas kejadian ini.
Kontroversi pesta ini juga disorot oleh model Spanyol, Claudia Calvo, yang mengungkapkan bahwa penyelenggara meminta model wanita dengan kriteria fisik tertentu dan melarang tamu membawa ponsel demi menjaga privasi acara. “Mereka menawarkan bayaran antara 10 ribu hingga 20 ribu euro, tapi saya tidak tahu apa yang sebenarnya diharapkan dari kami,” katanya dalam wawancara dengan program Tardear TV.
Di tengah keterpurukan akibat kontroversi ini, seniman jalanan TVBoy tetap memberikan apresiasi dengan melukis mural “SuperYamal” yang menggambarkan Lamine Yamal sebagai sosok Superman. TVBoy mengatakan, “Saya butuh waktu seminggu untuk mengerjakannya karena saya ingin wajahnya terlihat sangat mirip” dan menyebut ini sebagai kelanjutan dari mural-mural sebelumnya untuk pemain terkenal seperti Alexia Putellas dan Lionel Messi.
Hingga kini, FC Barcelona dan Lamine Yamal belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan hukum yang diajukan oleh ADEE maupun perusakan mural tersebut. Pihak klub juga dikabarkan mulai khawatir dengan dampak gaya hidup glamor Yamal terhadap citra dan karier pemain muda yang diproyeksikan mengenakan nomor punggung 10 legendaris tersebut.
Perusakan mural dan kontroversi pesta ulang tahun Lamine Yamal mencerminkan respons publik yang keras terhadap tindakan yang dianggap tidak sensitif sosial dan berpotensi merugikan martabat kelompok penyandang disabilitas. Mural tersebut sekarang sedang dalam proses pemulihan setelah menjadi sasaran vandalisme yang memperburuk situasi.
