Foto: AFP
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, dikabarkan menjadi salah satu kandidat utama untuk mengisi kursi pelatih Timnas Tunisia. Kabar ini muncul setelah Federasi Sepak Bola Tunisia memecat pelatih kepala sebelumnya, Sami Trabelsi, akibat performa buruk di turnamen terbaru. Kluivert, yang baru saja dipecat dari PSSI pada Oktober 2025, berpotensi memimpin Tunisia di Piala Dunia 2026.
Dilansir dari media Belanda De Telegraaf, “Akankah Patrick Kluivert berhadapan dengan Timnas Belanda di Piala Dunia 2026? Patrick Kluivert masuk radar sebagai pelatih Timnas Tunisia.” Media tersebut juga menyebutkan bahwa Kluivert termasuk dalam daftar pendek calon pengganti Trabelsi, yang dipecat usai kegagalan di Piala Afrika 2025.
Kluivert menangani Timnas Indonesia selama sekitar 10 bulan, dari Januari hingga Oktober 2025. Ia gagal membawa Garuda lolos ke Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak keempat kualifikasi zona Asia, termasuk kekalahan dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1). Meski demikian, pengalamannya sebagai legenda Belanda dengan 40 gol internasional membuatnya tetap diminati.
Sami Trabelsi, yang menangani Tunisia sejak Februari 2025, berhasil loloskan timnya ke Piala Dunia 2026 lewat dominasi di Grup H kualifikasi Afrika. Namun, kegagalan di FIFA Arab Cup 2025 finis ketiga Grup A di belakang Palestina dan Suriah dan Piala Afrika 2025 menjadi penyebab pemecatannya. Tunisia kini butuh juru taktik berpengalaman untuk turnamen besar.
Kluivert bukan nama asing di level timnas. Sebagai mantan penyerang Barcelona dan Ajax, ia punya rekam jejak kepelatihan di klub seperti NEC Nijmegen dan Timnas Curaçao. Pengangguran singkatnya pasca-PSSI justru membuka peluang baru, terutama dengan Tunisia yang tergabung di grup berat Piala Dunia 2026.
Jika resmi, Kluivert bisa hadapi duel menarik melawan Belanda di Piala Dunia 2026. Bagi pencinta sepak bola Indonesia, ini jadi sorotan bagaimana eks pelatih Garuda bangkit kembali. Pengumuman resmi masih ditunggu, tapi spekulasi ini sudah ramai di kalangan penggemar Afrika dan Eropa.
