Yudhi Sadewa mengucapkan sumpah janji jabatan sebagai mentri keuangan (Foto : Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati dalam reshuffle Kabinet Merah Putih yang digelar Senin (8/9/2025) di Istana Negara, Jakarta. Pergantian ini berlaku untuk sisa masa jabatan 2024-2029 dan menjadi salah satu perubahan utama dalam perombakan kabinet jilid kedua yang dilakukan Presiden Prabowo.
Dalam prosesi pelantikan, Purbaya Yudhi mengucapkan sumpah setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta berjanji menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi etika sesuai peraturan perundang-undangan. “Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ucap Purbaya dalam sumpah yang dibacakan saat pelantikan.
Sebelumnya, Purbaya Yudhi menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 3 September 2020 dan memiliki pengalaman sebagai deputi bidang koordinasi kedaulatan maritim dan energi di Kemenko Kemaritiman dan Investasi. Penunjukan Purbaya ini menandai era baru di Kementerian Keuangan setelah Sri Mulyani yang telah menjabat sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berlanjut di masa Presiden Joko Widodo, hingga Kabinet Prabowo Subianto.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa penggantian ini merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo berdasarkan evaluasi kerja kabinet. Ia menegaskan bahwa Sri Mulyani tidak mundur maupun dicopot. “Ya, bukan mundur, bukan dicopot. Jadi Bapak Presiden selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, tentunya kita semua paham bahwa beliau memiliki hak prerogatif,” kata Prasetyo. Ia menambahkan reshuffle ini tidak terkait dengan unjuk rasa yang sempat terjadi pekan lalu, melainkan bagian evaluasi kinerja kabinet.
Respon pasar dinamis menyambut perubahan ini, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi sementara nilai tukar rupiah justru menguat. Beberapa analis menyuarakan kekhawatiran terkait arah kebijakan fiskal ke depan dan keberlanjutan stabilitas ekonomi yang selama ini dibangun Sri Mulyani. Mereka menyoroti risiko defisit melebar dan ketidakpastian arah kebijakan di bawah menteri yang baru.
Presiden Prabowo juga melakukan penggantian beberapa posisi menteri lain dalam reshuffle kali ini sekaligus menunjuk pejabat baru di kementerian haji dan umrah. Namun, fokus utama perhatian masyarakat tetap tertuju pada figur Menteri Keuangan yang dianggap sebagai jangkar kestabilan ekonomi negara.
Dengan pengalaman akademik dan birokrasi yang mumpuni, Purbaya Yudhi diharapkan dapat melanjutkan tugas penting dalam menjaga kesehatan fiskal negara dan mendukung program pemerintah ke depan. Keputusan ini diharapkan membawa kebaikan bagi bangsa dan negara seperti harapan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi: “Bismillah apa yang menjadi keputusan Bapak Presiden kita doakan bersama-sama semoga itu menjadi keputusan yang membawa kebaikan bagi kita semua”.
