(Foto : Euro-football.ru)
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Sembilan negara secara resmi menolak untuk bermain melawan timnas Rusia dalam pertandingan internasional yang diselenggarakan oleh UEFA dan FIFA. Penolakan ini berlanjut sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 yang memicu sanksi dan kecaman internasional terhadap Rusia di dunia sepak bola.
Sejak invasi tersebut, Rusia dilarang berpartisipasi dalam pertandingan resmi yang diakui UEFA maupun FIFA. Meskipun begitu, Rusia tetap menggelar pertandingan persahabatan melawan beberapa tim dari enam benua, dengan Belarus sebagai satu-satunya negara Eropa yang berani bertanding melawan mereka karena dukungannya terhadap Rusia dalam konflik Ukraina.
Beberapa negara Eropa seperti Inggris, Skotlandia, Irlandia Utara, Republik Irlandia, Republik Ceko, Swedia, Polandia, Amerika Serikat, dan Wales menyatakan dengan tegas bahwa mereka tidak akan menghadapi Rusia dalam pertandingan internasional untuk waktu yang belum ditentukan. Asosiasi Sepak Bola Inggris menegaskan, “Demi solidaritas dengan Ukraina dan untuk mengutuk sepenuh hati kekejaman yang dilakukan oleh para pemimpin Rusia … kami tidak akan bermain melawan Rusia dalam pertandingan internasional apa pun untuk waktu yang dapat diperkirakan”.
Federasi Sepak Bola Amerika Serikat juga menyuarakan sikap yang sejalan, menyatakan bahwa mereka “tidak akan menodai sepak bola global kami, atau mempermalukan Ukraina, dengan bermain di lapangan yang sama dengan Rusia,” sampai kebebasan dan perdamaian dapat dipulihkan. Sementara Asosiasi Sepak Bola Swedia menekankan bahwa invasi ilegal Rusia membuat semua pertukaran pemain sepak bola menjadi mustahil dan mereka tidak akan bermain melawan Rusia dalam turnamen resmi apapun.
UEFA dan FIFA menanggapi tekanan ini dengan melarang tim nasional Rusia dan klub-klub dari Rusia untuk berpartisipasi dalam semua kompetisi resmi mereka hingga pemberitahuan lebih lanjut. Sanksi ini membuat Rusia gagal ambil bagian dalam berbagai turnamen besar, termasuk Piala Dunia 2022 dan kualifikasi Piala Dunia 2026.
Penolakan dari negara-negara tersebut mencerminkan solidaritas dunia sepak bola internasional kepada Ukraina dan sebagai bentuk kecaman terhadap kebijakan agresif Rusia. Hingga kini, tidak ada tanda-tanda Rusia akan diperbolehkan kembali ke kompetisi resmi UEFA dan FIFA dalam waktu dekat, terutama selama konflik masih berlangsung.
