Sinergi Generasi Muda dan Budaya Lokal: Kadisporapar Dukung Langkah Edukatif NOVO Club di Museum Kalbar
PIFA, Lokal – Mengangkat tema “Menyusuri Jejak Kebudayaan di Tanah Borneo”, NOVO Club Region 10 bersama BEM FKIP Untan menyelenggarakan kegiatan “Goes to Museum” sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kembali kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian budaya lokal. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 31 Mei 2025, di Museum Kalimantan Barat, Kota Pontianak.
Kegiatan ini menjadi medium edukatif yang mengajak 54 mahasiswa dari berbagai universitas di Pontianak—termasuk IAIN Pontianak, Universitas Tanjungpura, Universitas Muhammadiyah Pontianak, STIKes Yarsi, dan Poltekkes Kemenkes—untuk menjelajahi secara langsung kekayaan budaya Kalimantan Barat. Dalam format yang interaktif, peserta diajak untuk lebih mengenal warisan budaya melalui tur koleksi museum, talk show, diskusi budaya, serta games menarik yang membangun keakraban antar peserta.
Menurut Zidan Hafidz Al Awwali selaku PIC Novo Club Kalimantan Barat, kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk keterlibatan aktif pemuda dalam pelestarian budaya. “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengingatkan generasi muda akan pentingnya memahami, melestarikan, dan merawat warisan budaya Kalimantan Barat. Meskipun era digital terus berkembang, pemuda tetap perlu terkoneksi dengan akar budayanya,” ujarnya.
Dalam rangkaian acaranya, peserta mengikuti empat sesi utama, yakni Tur Museum, Talk Show bersama para Duta (termasuk Duta Aksi Nusantara, Duta Bahasa Nasional, dan Duta Wirausaha Muda), Diskusi Budaya, serta Games Interaktif. Selain menjadi forum pembelajaran, kegiatan ini juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk menyuarakan gagasan mereka terkait pelestarian budaya.
Mendapat Dukungan Berbagai Pihak
Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor seperti Haq Konveksi, Rumangsa, Pertamina, dan The Local Champions. Media partner serta komunitas pendukung seperti HIMAKESMAS UMP, BEM FMIPA Untan, dan sejumlah duta nasional turut ambil bagian dalam kesuksesan acara.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat, Windy, yang membuka kegiatan ini menyampaikan apresiasinya. “Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya belajar sejarah, tapi juga menanamkan kebanggaan akan identitas budaya sekaligus memperkenalkan pariwisata yang ada di Kalimantan Barat. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara generasi muda dan pelestarian budaya lokal,” tuturnya.
Kegiatan ini pun mendapat tanggapan positif dari para peserta. Hafiz, mahasiswa Prodi Bahasa Inggris IAIN Pontianak, menyatakan, “Saya sangat terkesan. Tidak hanya belajar sejarah, tapi saya juga merasa lebih dekat secara emosional dengan budaya Kalimantan Barat.” Sementara Desi Arianti dari Prodi PGMI IAIN Pontianak menambahkan, “Saya merasa bangga bisa ikut kegiatan ini. Saya jadi lebih sadar akan pentingnya menjaga warisan leluhur.”
Keduanya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak generasi muda. “Semoga acara seperti ini bisa rutin dilakukan dan menjangkau lebih banyak anak muda,” ujar Hafiz. “Saya berharap ke depan akan ada lebih banyak kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah dalam kegiatan budaya,” tambah Desi.
Sebagai penutup, Zidan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi inspirasi bagi komunitas lain. “Kami berharap program ini bisa menjadi gudang ilmu dan meningkatkan kesadaran pemuda akan kekayaan adat Kalimantan Barat. Kami juga sangat terbuka untuk kolaborasi lintas pihak, baik dengan komunitas, akademisi, maupun pemerintah,” pungkasnya.
