Kemendikbudristek Luncurkan Program Magang Berdampak 2025 (Foto: Nasuha/INDOPOSCO.ID)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi meluncurkan Program Magang Berdampak 2025 sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi menuju konsep “Kampus Berdampak”. Program ini bertujuan tidak hanya meningkatkan angka partisipasi mahasiswa dalam dunia kerja, tetapi juga mencetak lulusan yang menjadi agen perubahan dengan kepekaan sosial, keterampilan profesional, dan daya saing global.
Program Magang Berdampak memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam dunia kerja, menyelesaikan masalah nyata, serta membangun jejaring profesional lintas sektor. Berbeda dari magang biasa, program ini mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman dengan kontribusi sosial dan koneksi antara kampus dan industri.
Terdapat beragam mitra dari sektor strategis yang membuka lowongan magang, mulai dari logistik, teknologi informasi, kecerdasan buatan, edutech, video streaming, robotik, smart city, hingga perbankan dan pelestarian budaya. Hal ini menunjukkan keterkaitan yang semakin kuat antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.
Pendaftaran program dibuka mulai 16 Juni hingga 11 Juli 2025, dengan pelaksanaan magang berlangsung dari 4 Agustus hingga 22 Desember 2025. Mahasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan pembekalan, pendampingan dosen pembimbing lapangan, serta bantuan biaya hidup. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui laporan kegiatan dan pelaporan dari mitra serta perguruan tinggi.
Program ini merupakan hasil evaluasi dari program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Dilansir dari Kemdiktisaintek terbukti berdampak positif, dengan rata-rata gaji alumni mencapai Rp5,5 juta dan sebagian peserta mendapatkan tawaran kerja langsung dari mitra. Selain itu, program ini juga mengedepankan keadilan sosial dengan membuka akses bagi mahasiswa dari latar belakang kurang mampu.
Dengan peluncuran Magang Berdampak 2025, Kemendikbudristek berharap dapat memperkuat sinergi antara kampus, industri, dan masyarakat, menghasilkan lulusan yang siap kerja sekaligus mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa.
