Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Penyebab Kematian Juliana Marins di Rinjani: Luka Parah Akibat Jatuh, Bukan Keterlambatan Evakuasi
  • Nasional

Penyebab Kematian Juliana Marins di Rinjani: Luka Parah Akibat Jatuh, Bukan Keterlambatan Evakuasi

Tyo 28/06/2025
Penyebab Kematian Juliana Marins di Rinjani: Luka Parah Akibat Jatuh, Bukan Keterlambatan Evakuasi

Hasil Otopsi Juliana Marins (Foto : Abdurrasyid Efendi/detikBali)

PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Penyebab kematian tragis pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang ditemukan tewas usai terjatuh di Gunung Rinjani, Lombok Timur, akhirnya terungkap. Hasil autopsi dari tim forensik menegaskan bahwa Juliana meninggal dunia akibat luka parah yang dialaminya setelah terjatuh ke jurang, bukan karena terlambat dievakuasi oleh tim SAR atau karena hipotermia seperti yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

Dilansir dari Detik dan sejumlah media nasional, hasil autopsi yang dilakukan oleh Dokter Spesialis Forensik Rumah Sakit Bali Mandara Ida Bagus Putu Alit, Denpasar (27/6), menunjukkan bahwa korban mengalami luka berat akibat benturan keras di beberapa bagian tubuh, terutama di dada, punggung, dan paha. Luka-luka ini menyebabkan patah tulang, kerusakan organ vital, serta pendarahan hebat yang langsung mengancam nyawa korban. Berdasarkan pemeriksaan medis, diperkirakan Juliana hanya mampu bertahan hidup selama maksimal 20 menit setelah terjatuh, sehingga proses evakuasi yang memakan waktu tidak menjadi penyebab utama kematiannya.

Laporan autopsi juga menegaskan tidak ditemukan tanda-tanda kematian akibat hipotermia. Biasanya, kematian karena hipotermia ditandai dengan luka berwarna hitam di ujung-ujung jari, namun pada tubuh Juliana, tanda tersebut tidak ditemukan. Selain itu, hasil pemeriksaan cairan bola mata yang dapat memastikan adanya hipotermia juga tidak dapat dilakukan karena kondisi jenazah yang sudah disimpan dalam freezer.

Peristiwa jatuhnya Juliana terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025, saat ia mendaki Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun. Lokasi jatuhnya berada di kawasan Cemara Tunggal, sebuah area yang dikenal memiliki medan terjal dan licin. Proses pencarian sempat terkendala cuaca ekstrem dan kabut tebal, sehingga evakuasi baru bisa dilakukan beberapa hari setelah kejadian. Jenazah Juliana akhirnya ditemukan di kedalaman sekitar 600 meter dari titik terakhir ia terlihat.

Kematian Juliana Marins sempat memicu reaksi luas, khususnya dari masyarakat Brasil yang menyoroti proses evakuasi di media sosial. Namun, hasil autopsi yang telah dirilis secara resmi membantah dugaan bahwa keterlambatan evakuasi menjadi penyebab utama kematian. Tim medis menegaskan, luka fatal yang dialami Juliana akibat jatuh dari ketinggian menjadi faktor tunggal yang menyebabkan kematiannya dalam waktu singkat setelah insiden terjadi.

Dengan temuan ini, diharapkan polemik mengenai penyebab kematian Juliana Marins dapat terjawab secara ilmiah dan objektif, serta menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak terkait dalam upaya peningkatan keselamatan pendakian di kawasan pegunungan.

Tags: Brasil Gunung Rinjani Juliana Marins WNA Brasil Jatuh Di Rinjani

Continue Reading

Previous: Menteri Karding Dorong Warga Cari Kerja di Luar Negeri untuk Kurangi Pengangguran
Next: MK Putuskan Pemilu Nasional dan Daerah Dipisah, Pemilu 5 Kotak Tinggal Kenangan Mulai 2029

Related Stories

Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily memberikan penjelasan kepada wartawan di Magelang, Minggu (19/4/2026). ANTARA/Heru Suyitno
  • Nasional

Lemhannas Dorong Sinkronisasi Kebijakan Pusat-Daerah Lewat Retret Ketua DPRD

Editor PI 19/04/2026
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (tengah)
  • Nasional

Jusuf Kalla Minta Maaf Telat Klarifikasi, Tegaskan Ceramah UGM Soal Perdamaian

Editor PI 18/04/2026
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (tengah)
  • Nasional

Jusuf Kalla Tegaskan Ceramah di UGM Bahas Perdamaian, Bukan Penistaan Agama

Editor PI 18/04/2026

Berita Terbaru

  • Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga 23/04/2026
  • Pontianak Tuan Rumah Rakor APEKSI se-Kalimantan 2026 23/04/2026
  • Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Desa, Pemprov Kalbar Luncurkan Desa Sakti 23/04/2026
  • Viral Video Wisatawan Malaysia Kesulitan Nyebrang di Pelican Crossing Jalan Gajahmada Pontianak 23/04/2026
  • KPAD Kota Pontianak Usul Blokir NIK Mantan Suami yang Lalai Nafkahi Anak 23/04/2026
  • Mengenal Pabayo, Penanda Sakral Suku Dayak Saat Gawai-Buka Lahan 23/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_2254
  • News

Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga

Editor PI 23/04/2026
8b51248c-78ba-4acc-a6ed-d4d69d5cc076
  • Lokal
  • News

Pontianak Tuan Rumah Rakor APEKSI se-Kalimantan 2026

Editor PI 23/04/2026
be20164a-7548-44a4-b788-bad228fb3d81
  • Lokal
  • News

Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Desa, Pemprov Kalbar Luncurkan Desa Sakti

Editor PI 23/04/2026
Screenshot
  • Lokal
  • News

Viral Video Wisatawan Malaysia Kesulitan Nyebrang di Pelican Crossing Jalan Gajahmada Pontianak

Editor PI 23/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.