Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily memberikan penjelasan kepada wartawan di Magelang, Minggu (19/4/2026). ANTARA/Heru Suyitno
MAGELANG — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia Ace Hasan Syadzily berharap penyelenggaraan retret Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah bagi Ketua DPRD se-Indonesia mampu menyelaraskan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kebijakan daerah diharapkan tetap sejalan dengan arah kebijakan pusat tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah,” kata Ace Hasan usai penutupan kegiatan di Akademi Militer Magelang, Minggu.
Kursus yang diikuti para Ketua DPRD provinsi, kabupaten, dan kota ini berlangsung sejak 15 April 2026 dan ditutup pada hari ini. Ace Hasan menyampaikan kegiatan berjalan lancar, tertib, serta mendapat antusiasme tinggi dari peserta.
Menurutnya, kursus ini memberikan berbagai pemahaman strategis bagi para pimpinan daerah, mulai dari penguatan nilai-nilai kebangsaan, pengingat sejarah perjuangan bangsa, hingga pemahaman terhadap dinamika politik global.
Salah satu sesi penting dalam kegiatan tersebut adalah paparan langsung dari Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan terkini dan kebijakan strategis pemerintah pusat. Selain itu, sejumlah menteri juga menyampaikan materi terkait program prioritas nasional, seperti ketahanan pangan, energi, kesehatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
Penguatan integritas pimpinan daerah turut menjadi fokus, antara lain melalui pembekalan dari Ketua KPK Setya Budiyanto. Sementara aspek penegakan hukum dalam mendukung pembangunan nasional disampaikan oleh Panglima TNI dan Kapolri.
Ace Hasan menekankan bahwa peran Ketua DPRD sangat strategis sebagai pengambil keputusan di daerah. Karena itu, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan materi yang diperoleh untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman latar belakang daerah, suku, dan partai politik.
Dari total 577 undangan, sebanyak 530 peserta hadir dalam kegiatan ini. Ketidakhadiran sebagian peserta disebabkan faktor kesehatan maupun tugas lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Ace Hasan berharap peserta yang belum sempat hadir dapat mengikuti program serupa di masa mendatang. Ia juga menilai kehadiran Presiden dalam kegiatan tersebut memberikan energi dan semangat baru bagi para pimpinan DPRD untuk mengimplementasikan hasil kursus di daerah masing-masing.
