Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Info
  • Krisis di Danau Sentarum: Ekspansi Sawit First Borneo Ancam Hutan Adat dan Habitat Orangutan
  • Info
  • Lokal

Krisis di Danau Sentarum: Ekspansi Sawit First Borneo Ancam Hutan Adat dan Habitat Orangutan

Iyn 02/10/2025
Sumber : Akun instagram ourkingofborneo

Sumber : Akun instagram ourkingofborneo

PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, Lokal – Aktivitas deforestasi besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit First Borneo Group kembali menjadi sorotan. Melalui anak perusahaannya, PT Equator Sumber Rezeki (ESR), perusahaan ini dilaporkan telah membuka hutan seluas 1.548,18 hektar hingga Agustus 2025 di kawasan Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum, wilayah yang diakui UNESCO karena nilai ekologisnya yang tinggi.

Berdasarkan postingan dari akun Instagram @ourkingofborneo dari sumber Satya Bumi & Mongabay, pembukaan lahan tersebut terjadi di dalam Koridor Bentarum, area vital yang menghubungkan dua taman nasional dan menjadi habitat penting bagi orangutan Kalimantan yang sangat terancam punah. Analisis citra satelit menunjukkan bahwa sekitar 904,73 hektar deforestasi terjadi tepat di dalam kawasan habitat orangutan, memperbesar risiko kepunahan spesies ikonik ini.
Tak hanya PT ESR, anak perusahaan First Borneo Group lainnya, PT Borneo International Anugerah, juga teridentifikasi sebagai penyumbang kehilangan hutan terbesar sepanjang 2024, dengan total deforestasi mencapai 2.022 hektar. Ironisnya, seluruh konsesi perusahaan ini berada di kawasan gambut yang sangat rentan dan memiliki peran penting dalam menyerap karbon.

Selain dampak ekologis, ekspansi perkebunan sawit ini juga memicu krisis sosial di tingkat lokal. Satya Bumi dan Mongabay mencatat bahwa masyarakat adat Dayak Iban di Desa Setulang dan Sungai Senunuk menjadi korban dari penggusuran paksa, yang mencakup ladang, makam leluhur, tembawang (kebun tradisional), hingga situs rumah betang yang bernilai historis dan budaya tinggi. Kompensasi yang diberikan pun dinilai tidak layak, hanya sekitar Rp300.000 per hektar untuk ladang dan Rp3 juta untuk situs adat, bahkan setelah adanya protes dari warga.
Hutan adat Dayak Iban seluas 114,25 hektar yang baru saja diakui secara resmi melalui SK tahun 2024 pun tak luput dari ancaman akibat ekspansi ini. Penghilangan hutan alam yang menjadi sumber pangan, obat-obatan, dan identitas budaya masyarakat adat menunjukkan kegagalan negara dalam melindungi hak-hak masyarakat dan komitmen terhadap keanekaragaman hayati.

Kegiatan deforestasi di kawasan cagar biosfer ini juga memperlihatkan lemahnya penerapan prinsip NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation) oleh pelaku industri, meskipun mayoritas kapasitas kilang minyak sawit global telah mengadopsi kebijakan tersebut. Ketidakterbukaan informasi dan akuntabilitas perusahaan juga menjadi catatan serius, terutama mengingat kawasan yang dirusak seharusnya menjadi contoh harmoni antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Tags: Ekspansi Sawit Hutan Adat Kapuas Hulu Sentarum

Continue Reading

Previous: Sebanyak 2.143 Koperasi Desa Merah Putih Telah Terbentuk di Kalbar
Next: Persib Bandung Tundukkan Bangkok United 2-0 di Laga Grup AFC Champions League Two 2025/2026

Related Stories

b97ac27a-7ac1-4f64-a647-022652c7297f
  • Lokal
  • News

Menko Polkam Nikmati Kopi Asiang, Puji Suasana Kota Pontianak yang Nyaman

Editor PI 18/04/2026
0291cb3a-6c37-4e0c-8712-01cd890f22e2
  • Lokal
  • News

Ajak Anak Muda Melek Politik, Pemuda Katolik Kalbar Gelar KKM 2026

Editor PI 18/04/2026
13d9d767-e766-49e2-bb4c-77595296515d
  • Lokal
  • News

Oknum Kepala SMK di Ketapang Diduga Cabuli Siswa Laki-laki di Ruang Kepsek

Editor PI 18/04/2026

Berita Terbaru

  • Menko Polkam Nikmati Kopi Asiang, Puji Suasana Kota Pontianak yang Nyaman 18/04/2026
  • Ajak Anak Muda Melek Politik, Pemuda Katolik Kalbar Gelar KKM 2026 18/04/2026
  • Oknum Kepala SMK di Ketapang Diduga Cabuli Siswa Laki-laki di Ruang Kepsek 18/04/2026
  • Pelaku Penipuan COD HP di Pontianak Utara Akhirnya Ditangkap 18/04/2026
  • Helikopter PK-CFX Tak Dilengkapi Black Box, KNKT Akan Kirim Data Recorder Mesin ke Perancis 18/04/2026
  • KNKT Sebut Helikopter PK-CFX yang Jatuh di Sekadau Tak Miliki Black Box 17/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

b97ac27a-7ac1-4f64-a647-022652c7297f
  • Lokal
  • News

Menko Polkam Nikmati Kopi Asiang, Puji Suasana Kota Pontianak yang Nyaman

Editor PI 18/04/2026
0291cb3a-6c37-4e0c-8712-01cd890f22e2
  • Lokal
  • News

Ajak Anak Muda Melek Politik, Pemuda Katolik Kalbar Gelar KKM 2026

Editor PI 18/04/2026
13d9d767-e766-49e2-bb4c-77595296515d
  • Lokal
  • News

Oknum Kepala SMK di Ketapang Diduga Cabuli Siswa Laki-laki di Ruang Kepsek

Editor PI 18/04/2026
5c20cfc6-3b15-4198-97ac-fe819499ddc0
  • Lokal
  • News

Pelaku Penipuan COD HP di Pontianak Utara Akhirnya Ditangkap

Editor PI 18/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.