Indonesia Kecam Serangan Houthi terhadap Kapal Komersial di Laut Merah. Reuters
Indonesia Kecam Serangan Houthi terhadap Kapal Komersial di Laut Merah. Reuters
Jakarta – Pemerintah Indonesia mengecam serangan yang dilakukan kelompok milisi Houthi Yaman terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah. Serangan tersebut dinilai melanggar hukum internasional dan mengancam keselamatan pelayaran serta stabilitas kawasan.
Melalui pernyataan resmi yang diunggah Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di media sosial X pada Jumat (24/7), Indonesia menegaskan bahwa aksi penyerangan terhadap kapal sipil di perairan internasional tidak dapat dibenarkan.
“Pemerintah Republik Indonesia mengecam serangan terhadap kapal-kapal komersial yang tengah berlayar di perairan internasional di Laut Merah. Tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional, termasuk prinsip kebebasan bernavigasi, serta membahayakan keselamatan pelayaran, perdagangan internasional, dan stabilitas kawasan,” demikian pernyataan Kemlu RI.
Indonesia juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat untuk menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk eskalasi konflik.
“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menahan diri, menghindari tindakan yang dapat meningkatkan eskalasi, serta menghormati hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS),” lanjut pernyataan tersebut.
Sebelumnya, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi kelompoknya telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah pada Rabu (22/7).
Menurut Saree, kapal bernama Encelia dan Layla menjadi sasaran karena dianggap melanggar blokade maritim yang diberlakukan Houthi.
“Kami menargetkan dua kapal tanker minyak Saudi bernama Encelia dan Layla karena pelanggaran mereka terhadap keputusan blokade yang dikeluarkan angkatan bersenjata,” ujar Saree.
Houthi menyatakan blokade tersebut merupakan balasan atas blokade yang selama ini diberlakukan Arab Saudi terhadap pelabuhan dan bandara di wilayah yang mereka kuasai di Yaman. Kelompok itu juga mengaitkan kebijakan tersebut dengan serangan udara terhadap Bandara Sanaa pada 13 Juli yang dituduhkan melibatkan Saudi.
Terkait konflik yang terus berlangsung di Yaman, Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap penyelesaian melalui jalur politik yang inklusif di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah RI juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan, persatuan, dan integritas wilayah Yaman sebagai dasar penyelesaian konflik yang berkelanjutan.
Serangan terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah dalam beberapa pekan terakhir telah meningkatkan kekhawatiran dunia internasional karena jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan paling vital yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, dan Eropa.
