PONTIANAK INFORMASI – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan berencana akan memperbanyak program vokasi untuk peserta paket C. Langkah tersebut disebut sebagai upaya untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat yang saat ini masih tergolong rendah di antara provinsi-provinsi di Kalimantan.
Menanggapi kebijakan itu, anggota DPRD Kalbar, Suriansyah menilai bahwa menilai bahwa kebijakan tersebut tidak dapat dijadikan program unggulan jangka panjang dalam meningkatkan IPM di daerah.
“Program vokasi Paket C hanya crass program agar capaian lulusan setara SLTA cepat meningkat. Program tersebut tidak dapat dijadikan unggulan jangka panjang untuk meningkatkan IPM,” ungkap Suriansyah, Sabtu (8/11/25).
Menurutnya, peningkatan IPM memerlukan strategi yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan, terutama dengan memperkuat pendidikan formal di tingkat menengah.
“Program yang lebih mendasar adalah meningkatkan minat Siswa SLTP untuk melanjutkan ke jenjang SLTA antara lain dengan menambah jumlah sekolah SMA dan SMK, mengurangi pekerja migran berpendidikan rendah ilegal dan pemerataan pendidikan SLTA,”
Suriansyah menambahkan, meski langkah tersebut memerlukan waktu dan biaya besar, namun hal itu wajib dilakukan demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kalbar secara berkelanjutan.
“Ini memang memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit tetapi wajib dilakukan,” tukasnya.
