Foto : BMKG Kalbar
PONTIANAK INFORMASI.CO, – Lokal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob yang berpotensi terjadi di wilayah pesisir Kalimantan Barat, khususnya Kota Pontianak dan Kendawangan, pada periode 19–26 Desember 2025.
Potensi banjir rob tersebut dipicu oleh fenomena fase Bulan Baru yang terjadi pada 20 Desember 2025, yang berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut di wilayah pesisir Kalimantan Barat.
BMKG memprakirakan Kota Pontianak akan mengalami pasang air laut tertinggi hingga sekitar ±1,8 meter, dengan puncak pasang diperkirakan terjadi pada 22–23 Desember 2025 pukul 09.00–10.00 WIB. Sementara itu, wilayah Kendawangan berpotensi mengalami pasang tertinggi hingga ±1,9 meter yang diperkirakan berlangsung pada 21–22 Desember 2025 pukul 10.00–11.00 WIB.
Masyarakat di wilayah pesisir diimbau untuk selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut. Dampak yang dapat ditimbulkan antara lain terganggunya aktivitas keseharian masyarakat di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, permukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.
Seiring dengan potensi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak turut mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar pesisir sungai, agar meningkatkan kewaspadaan selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak yang beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat kondisi air pasang.
“Kami mengingatkan para orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya, terutama saat bermain di tepi sungai, demi mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera menghubungi layanan darurat Basarnas melalui nomor 115 apabila terjadi kondisi yang membahayakan atau membutuhkan bantuan evakuasi.
Imbauan tersebut disampaikan seiring pelaksanaan Siaga SAR Khusus Natal dan Tahun Baru yang digelar oleh Kantor SAR Pontianak sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mengantisipasi potensi keadaan darurat di wilayah kerja Kalimantan Barat.
“Kantor SAR Pontianak melaksanakan Siaga SAR Khusus Natal dan Tahun Baru terhitung mulai 18 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026 sebagai upaya antisipasi terhadap potensi keadaan darurat di wilayah kerja kami,” Junetra.
Junetra menambahkan, aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama, baik bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar perairan maupun warga yang melakukan perjalanan mudik serta liburan Natal dan Tahun Baru.
