Foto : Instagram Rita Hastarita
PONTIANAK INFORMASI.CO, Lokal – Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Rita Hastarita, berhasil menemukan bunga langka Rafflesia Hasseltii di kawasan Gunung Tanjung Datok, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu (20/12/2025).
Penemuan tersebut dilakukan dalam rangka ekspedisi pendokumentasian flora langka yang dipimpin langsung oleh Rita bersama tim yang terdiri dari pemandu masyarakat lokal, pegiat pelestarian alam, serta mahasiswa Program Studi Pariwisata Politeknik Negeri Sambas (Poltesa). Tim melakukan pendakian hingga ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut (mdpl) untuk mengamati keanekaragaman hayati kawasan hutan lindung tersebut.
Rafflesia hasseltii dikenal sebagai salah satu spesies bunga langka dengan masa mekar yang sangat singkat, hanya berlangsung beberapa hari sebelum akhirnya layu. Selain itu, lokasi tumbuh bunga ini sangat spesifik, umumnya berada di kawasan terpencil atau koridor hutan yang sulit dijangkau oleh aktivitas manusia.
Kehadiran Rafflesia hasseltii di Gunung Tanjung Datok dinilai menjadi indikator penting kondisi lingkungan di wilayah Sambas. Rita menyebut, temuan ini membuktikan bahwa ekosistem hutan lindung di kawasan tersebut masih terjaga dengan sangat baik.
Pertumbuhan Rafflesia hasseltii didukung oleh sejumlah faktor alam, di antaranya kelembaban udara yang terjaga, suhu lingkungan yang hangat dan stabil, aliran air yang bersih dan lancar, serta keberadaan pohon inang yang belum terganggu oleh aktivitas manusia.
Rita menekankan pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan lindung Gunung Tanjung Datok sebagai aset masa depan. Ia juga mendorong pengembangan industri pariwisata yang tetap menjunjung tinggi kearifan lokal serta melibatkan masyarakat setempat secara aktif.
“Kita harus menjadikan budaya, tradisi, dan nilai-nilai setempat sebagai daya tarik utama,” ungkapnya.
Menurutnya, strategi tersebut bertujuan menciptakan destinasi pariwisata yang unik dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat lokal tanpa mengabaikan kelestarian alam dan identitas budaya bagi generasi mendatang.
