PONTIANAK INFORMASI – Di tengah menjamurnya coffee shop dengan menu espresso, latte, hingga americano, Sam Coffee di Jalan Major Alianyang Nomor 7-8, Pontianak, justru memilih mempertahankan cara lama dalam menyajikan kopi. Warung kopi ini tetap mengandalkan kopi saring sebagai identitas utamanya.
Bagi pemilik Sam Coffee, Samuel Lishan, kopi saring bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari budaya ngopi masyarakat Pontianak yang patut dijaga.
“Saya tidak mau konsep tradisional kita hilang. Espresso dan americano itu budaya Barat. Kalau kita punya kopi saring yang sudah menjadi budaya, kenapa tidak dipertahankan?” kata Sam.
Meski mempertahankan cara penyajian tradisional, Sam Coffee tetap mengikuti perkembangan zaman dari sisi konsep tempat. Warung kopi itu dirancang lebih modern dan nyaman agar bisa menjadi tempat berkumpul berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga keluarga.
“Konsepnya tetap warung kopi, tapi tampilannya dibuat lebih modern. Orang bisa rapat, nongkrong, atau kerja, tapi tetap menikmati kopi saring dan makanan tradisional,” ujarnya.
Keputusan mempertahankan kopi saring juga didukung dengan langkah Sam meracik biji kopinya sendiri. Sejak 2024, ia mulai belajar menyangrai kopi setelah harga bahan baku terus meningkat.
Selama lebih dari setahun, Sam mempelajari teknik roasting dari pelaku industri kopi, mengikuti berbagai referensi, hingga mencoba berkali-kali sendiri. Tidak sedikit biji kopi yang gagal diproduksi sebelum akhirnya menemukan karakter rasa yang diinginkan.
Kini, biji kopi hijau yang didatangkan dari Temanggung, Jawa Tengah, diolah sendiri di Pontianak hingga menjadi racikan khas Sam Coffee.
“Kami ingin pelanggan datang bukan hanya karena tempatnya, tetapi karena rasa kopinya juga punya karakter yang berbeda,” katanya.
Menurut Sam, mempertahankan kopi saring juga menjadi cara untuk menjaga identitas warung kopi Pontianak yang telah lama dikenal masyarakat. Ia menilai tren boleh berubah, tetapi cita rasa lokal tetap harus dipertahankan.
“Warung kopi harus ikut berkembang, tetapi jangan sampai kehilangan jati dirinya. Yang kami jaga bukan hanya rasa kopinya, tetapi juga budaya ngopi masyarakat Pontianak,” tuturnya.
Ke depan, Sam berharap Sam Coffee dapat membuka lebih banyak cabang tanpa meninggalkan konsep yang selama ini dipegang, yakni menghadirkan warung kopi modern dengan cita rasa autentik khas Pontianak.
