PONTIANAK INFORMASI.CO, Lokal – Nama Fauzi Purwolaksono kembali mengharumkan Indonesia di panggung olahraga internasional. Atlet disabilitas asal Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, ini sukses meraih medali emas cabang para atletik pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 yang digelar di Thailand, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu andalan nasional.
Fauzi tampil gemilang di nomor lempar lembing putra Men’s Javelin F57. Lemparan sejauh 43,77 meter memastikan dirinya berdiri di podium tertinggi dan memperpanjang catatan prestasi dengan torehan emas tiga kali berturut-turut di ajang ASEAN Para Games.
Prestasi tersebut semakin istimewa karena diraih di tengah keterbatasan ekonomi dan latar belakang kehidupan yang jauh dari sorotan. Di luar arena pertandingan, Fauzi sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan honorer di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kubu Raya dengan status pegawai kontrak.
Perjalanan Fauzi menuju prestasi internasional tidak datang dengan mudah. Pada 2007, kecelakaan lalu lintas yang dialaminya bersama sang ayah menyebabkan kaki kanannya mengalami patah serius. Masa pemulihan panjang menjadi fase sulit yang memaksanya menata ulang masa depan.
Bangkit dari kondisi tersebut, Fauzi memilih tetap bekerja sembari mencari ruang untuk berprestasi. Dunia olahraga disabilitas kemudian menjadi jalan yang ditempuhnya, dimulai dari keikutsertaannya pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2012 di Riau. Sejak saat itu, ia konsisten menjalani latihan dan kompetisi hingga menembus level Asia Tenggara.
Tak hanya meraih emas, pada perhelatan ASEAN Para Games berikutnya di Thailand, Fauzi kembali menunjukkan konsistensinya dengan mempersembahkan tiga medali dari cabang atletik. Ia meraih medali emas nomor lempar lembing, perak dari lempar cakram, serta perunggu pada nomor tolak peluru.
Usai pertandingan, Fauzi menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang mengiringi perjalanannya.
“Terima kasih untuk seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, Kabupaten Kubu Raya, dan kampung halaman saya di Gertak Kuning yang telah mendukung dan mendoakan perjuangan saya hingga bisa membawa pulang medali untuk Indonesia,” ujar Fauzi.
Ia menegaskan capaian tersebut menjadi pelecut semangat untuk terus meningkatkan performa. Fauzi menyatakan fokusnya kini tertuju pada pengumpulan poin agar dapat tampil di Olimpiade 2028 mendatang.
Dikenal sebagai atlet dengan kisah zero to hero, Fauzi menjalani rutinitas yang tidak ringan. Setiap hari, sebelum menjalani latihan, ia terlebih dahulu bekerja mengangkut sampah sejak subuh di lingkungan PUPR Kubu Raya. Disiplin dan ketekunan dari keseharian itulah yang membentuk mental juara di arena pertandingan.
Kisah Fauzi Purwolaksono menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik dan latar belakang sederhana bukan penghalang untuk berprestasi. Dari Kabupaten Kubu Raya, ia membuktikan bahwa semangat juang mampu mengantarkan Merah Putih berkibar di panggung Asia Tenggara.
