Ketua umum MABT Suyanto Tanjung (Foto: Istimewa)
PONTIANAK INFORMASI, Lokal – Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) dijadwalkan akan menggelar acara pelantikan dan pengukuhan pengurus pada tanggal 2 Februari 2026. Acara yang telah dipersiapkan dengan matang ini rencananya akan berlangsung di Hotel Novotel Pontianak. Segera setelah resmi dikukuhkan, jajaran pengurus baru akan langsung tancap gas mempersiapkan rangkaian perayaan Cap Go Meh dan Imlek Bersama.
Ketua umum MABT Suyanto Tanjung berharap momentum pelantikan ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat solidaritas internal etnis Tionghoa serta menyinergikan berbagai program kerja.
“Mudah-Mudahan setelah pelantikan kami segera bekerja menyiapkan salah satunya Cap Go Meh dan Imlek bersama, dalam rangka untuk konsolidassi etnis tionghoa itu sendiri dan berbagai kegiatan lainnya akan dipadukan bersama.”
Menariknya, perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan masuknya bulan suci Ramadan. Menyikapi hal tersebut, Ketua umum MABT menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan memastikan bahwa perayaan Imlek tidak akan mengganggu kekhusyukan umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Ia menginstruksikan agar warga Tionghoa merayakan Imlek secara proporsional dan penuh tenggang rasa.
“Langkah kita adalah menghormati satu sama lain. Saya juga menghimbau kepada masyarakat tionghoa untuk tidak berlebihan dalam merayakan kegiatan Imleknya, dimana disisi lain Sahabat kita yang beragama Muslim lagi merayakan Puasa.”
Sebagai bentuk penghormatan, MABT merencanakan agar berbagai kegiatan perayaan dilaksanakan setelah waktu berbuka puasa. Hal ini dimaksudkan agar kegembiraan Imlek bisa dirasakan bersama tanpa ada pihak yang merasa terganggu, bahkan menjadi sarana mempererat silaturahmi.
“Puasa itu kan tidak 24 jam, puasa itu kurang lebih 12 jam. setelah mereka berbuka puasa mari kita merayakan bersama, mari kita menikmati bersama, dan mari kita buka bersama-sama”
Ketua umum MABT juga menekankan pentingnya sinergi antar-etnis untuk kemajuan bangsa. Beliau berharap harmoni ini terwujud melalui sikap saling menghargai, di mana masyarakat luas juga memberikan ruang bagi etnis Tionghoa untuk merayakan hari besarnya dengan khidmat.
“Dan kita juga berharap, bahwa masyarakat yang beragama Muslim bisa memahami bahwa kita sedang merayakan Imlek dan Cap Go Meh, jika itu bisa dipadukan maka indahlah persahabatan kita,” Pungkasnya.
