PONTIANAK INFORMASI.CO, Lokal – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dalam beberapa hari terakhir dan berdampak pada permukiman warga hingga akses transportasi antardaerah. Ratusan rumah terendam, ribuan jiwa terdampak, serta beberapa ruas jalan utama tidak dapat dilalui akibat tingginya genangan air.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan yang masih tinggi di wilayah Kalbar. Berdasarkan prakiraan cuaca, intensitas hujan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan dan berpeluang memperluas wilayah terdampak banjir.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah pesisir dan bantaran sungai, karena potensi banjir bisa meluas hampir di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat,” kata Koordinator Harian UPT Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kalbar, Daniel, Jumat (9/1/2026).
Daniel menyebutkan pihaknya mendorong pemerintah daerah segera menetapkan status siaga banjir dan tanah longsor. Menurutnya, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung lama, diperparah kondisi sungai, parit, dan drainase yang belum berfungsi optimal.
“Ini menjadi peringatan bagi kita semua, mulai dari masyarakat, RT, dusun, desa hingga kecamatan, untuk bersama-sama melihat kesiapan lingkungan masing-masing dalam menampung air hujan. Jika tidak siap, maka banjir akan sulit dihindari,” imbaunya.
Di Kabupaten Sekadau, banjir dilaporkan merendam 804 rumah warga dengan total 4.205 jiwa terdampak. “Data ini merupakan laporan awal yang kami terima dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) kabupaten,” kata Daniel.
Banjir di Sekadau mulai terjadi sejak 7 Januari 2026 dan hingga kini genangan masih ditemukan di sejumlah lokasi. Di Desa Melati, Kecamatan Nanga Taman, tercatat 246 kepala keluarga atau 902 jiwa terdampak dengan 227 rumah terendam. Sementara di Desa Mongko, Kecamatan Nanga Taman, banjir berdampak pada 537 kepala keluarga atau 1.921 jiwa dengan jumlah rumah terendam sebanyak 227 unit. Adapun di Desa Lembah Beringin, Kecamatan Nanga Mahap, sebanyak 417 kepala keluarga atau 1.382 jiwa terdampak dan 350 rumah terendam air.
Selain Sekadau, banjir juga melumpuhkan akses penghubung Kabupaten Landak dan Bengkayang. Genangan air menutup Jalan Karangan sejak Jumat (9/1/2026), menyebabkan arus lalu lintas terhenti.
“Tak berani lewat Bang. Karena air semakin tinggi. Ini sudah tinggi pinggang orang dewasa,” kata Amin, salah satu pelintas jalan tersebut.
Amin mengaku telah menunggu selama beberapa jam karena air terus naik. “Saya dari Pontianak mau ke Sompak. Harus lewat jalan ini. Sudah dua jam saya menunggu, air semakin naik,” ujarnya.
Warga setempat, Antonius, mengatakan genangan mulai meningkat sejak siang hari akibat
kiriman air dari Sungai Landak. “Tadi siang mulai naik airnya. Ini mungkin nanti malam sudah surut. Karena bagian atas sudah mulai surut. Ini kan air kiriman dari atas,” jelasnya.
Hingga kini, BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan pendataan dampak banjir, sembari mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.
