Lokal News

Ria Norsan Kukuhkan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting Kalbar 2022

Wakil Gubernur Kalimantan Barat selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kalimantan Barat Kukuhkan Jajaran Pemerintah Kota Singkawang dan Kodim SeKalbar sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting 2022. (Foto: Istimewa)

Berita Lokal, PONTIANAK INFORMASI – Wakil Gubernur Kalimantan Barat sekaligus Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kalimantan Barat, Ria Norsan mengukuhkan jajaran Pemerintah Kota Singkawang dan Kodim se-Kalbar sebagai Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting 2022 di Balai Ruang Kantor Wali Kota Singkawang, Rabu (7/9). Pengukuhan bunda dan ayah stunting yang dilakukan itu, ditataran Kodim di bawah lingkup Kodam XII Tanjungpura.

Norsan mengatakan, tugas para bunda dan bapak stunting di lapangan, untuk membantu tugas Pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting di Kalbar agar bisa turun 14 persen target nasional di 2024 mendatang.

Ia berharap, para bapak dan bunda stunting di lapangan bisa memetakan kantong-kantong stunting di lingkungan terdekatnya. Setelah mendapatkan data stunting di lingkungan terdekat, para bapak dan bunda asuh akan mengintervensi target dengan memberi asupan gizi dan pelayanan kesehatan.

Alokasi anggaran bapak dan bunda stunting, bisa menggunakan anggaran mereka. Kemudian bisa juga menggandeng perusahaan melalui dana CSR nya.

Pada kesempatan itu ia melanjutkan mengenai CSR perusahaan untuk penanganan stunting sejatinya sudah diberitahukan pada semua perusahaan yang ada di Kalbar. Iapun minta semua perusahaan terlibat.

Setelah dari pihak Dandim dikukuhkan sebagai bapak dan bunda stunting. Selanjutnya akan kembali dikukuhkan bapak dan bunda stunting dipihak kepolisian sampai babinkamtibmas. L

“BUMN BUMD juga kami rangkul untuk bersama-sama menurunkan stunting,” jelasnya.

Pelaksana Tugas BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Muslimat mengatakan, berdasar survei SSGI 2021, prevelansi stunting nasional menunjukkan angka penurunan yaitu 24,4 persen. Jika dibanding 2019 lalu angka stunting capai 27,7 persen. Untuk di Kalbar di 2019 angkanya mencapai 31,46 persen dan di 2031 ini turun 29,8 persen.

Kota Singkawang angka stunting paling rendah di Kalbar. Berada di 22,8 persen dari data SSGI. Untuk target nasional 2024 mendatang stunting harus bisa turun di 14 persen. Tentu ini menjadi kerja bersama. Salah satu upaya BKKBN dengan mengukuhkan bapak dan bunda stunting ditataran Kodim se-Kalbar.