Foto: Prokopim Kubu Raya
PONTIANAK INFORMASI, Lokal – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memilih cara berbeda untuk merayakan pergantian tahun 2025 ke 2026. Di balik seremoni yang direncanakan, terselip misi kemanusiaan untuk mengumpulkan donasi bagi korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rencana ini dimatangkan dalam rapat persiapan peresmian Bundaran Gaforaya dan Tugu Mangrove yang dipimpin langsung oleh Bupati Sujiwo, Jumat (19/12/2025).
Bupati Sujiwo menjelaskan bahwa peresmian ikon baru daerah tersebut akan menjadi momentum puncak aksi solidaritas sosial.
“Pada malam tahun baru itu, selain peresmian Bundaran Gaforaya dan Tugu Mangrove, sekaligus kita jadikan sebagai puncak penggalangan dana,” ujar Sujiwo usai rapat.
Donasi dari ASN dan Wujud Empati Bersama
Sejauh ini, kepedulian nyata telah ditunjukkan oleh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Kubu Raya. Dana yang terkumpul hingga saat ini menyentuh angka Rp192.800.000, yang bersumber dari pemotongan tunjangan para Aparatur Sipil Negara (ASN). Bupati pun memberikan apresiasi tinggi atas kerelaan para pegawainya dalam membantu sesama.
“Ini bentuk kepedulian dan empati kita bersama. Terima kasih kepada seluruh ASN dan kepala perangkat daerah yang sudah berpartisipasi,” ucapnya.
Pemanfaatan Agenda Publik untuk Kemanusiaan
Strategi penggalangan dana di Kubu Raya tidak hanya berpusat pada satu acara saja. Sujiwo mengungkapkan bahwa pihaknya memanfaatkan setiap agenda peresmian fasilitas publik sebagai sarana mengetuk pintu hati masyarakat dan pihak swasta. Mulai dari agenda di Rasau Jaya hingga rencana pencanangan kawasan kuliner di Sungai Raya Dalam (Serdam).
“Di Rasau juga ada peresmian kafe, di situ kita galang dana. Kemudian kita akan meresmikan jalur pedestrian sekaligus pencanangan Serdam sebagai pusat kuliner, di situ juga kita galang dana,” jelasnya.
Optimisme Mencapai Target
Bupati Sujiwo merasa sangat optimis bahwa angka donasi akan terus bertambah seiring berjalannya waktu hingga malam puncak nanti. Ia menargetkan total dana yang terkumpul dapat melampaui Rp200 juta untuk segera disalurkan kepada para korban yang membutuhkan di wilayah Sumatra.
“Saya yakin saat diumumkan nanti dananya sudah di atas Rp200 juta. Nah, itulah yang akan kita transfer ke sana,” ujarnya.
