Lokal News

Terus Gelar Vaksinasi, BINDA Kalbar Optimis Target Vaksinasi 40 Ribu Dosis Segera Tuntas

Vaksinasi BINDA Kalbar, Foto: Istimewa

Berita Pontianak, PONTIANAK INFORMASI – Kerja keras jajaran BINDA Kalbar menuntaskan misi program vaksinasi sebanyak 40 ribu dosis di Januari 2022 hampir tuntas. Saat ini, capaian vaksinasi BINDA Kalbar diangka 80 persen.

Kabinda Kalbar, Brigjen Pol Rudy Tranggono optimis, target 40 ribu tuntas dalam waktu dekat ini.

“Dari target vaksin sebanyak 40 ribu dosis, sudah tercapai sekitar 80 persen. Ini pencapaian maksimal dari seluruh jajaran BINDA Kalbar di 14 kabupaten dan kota,” katanya, Rabu (26/1/2022) di Pontianak.

Kabinda memaparkan, program vaksinasi yang dilaksanakan BINDA Kalbar menyasar seluruh kalangan masyarakat di 14 kabupaten dan kota. Mulai dari masyarakat umum, pelajar, lansia, pondok pesantren hingga wilayah perbatasan dan pelosok Kalbar.

“Kita berikan pelayanan vaksin diseluruh lapisan masyarakat. Bahkan, kita berikan layanan door to door bagi masyarakat lansia yang berhalangan pergi ke lokasi vaksin. Semua ini untuk mempermudah dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Kabinda, jajaran BINDA Kalbar turut berpartisipasi dalam menggalakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. BINDA Kalbar bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat dan satgas Covid-19 gencar melaksanakan vasinasi ke sekolah-sekolah.

“Beberapa kabupaten dan kota mulai melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun sejak sepekan terakhir ini. Mudah-mudahan kegiatan dilapangan berjalan lancar dan sasaran vaksin bisa maksimal untuk seluruh anak-anak yang membutuhkan pelayanan vaksin,” harapnya.

Lebih jauh, Kabinda mengungkapkan capaian vaskinasi Covid-19 di Kalbar per tanggal 25 Januari 2022 mencapai 63 persen. Dengan rincian, vaksin dosis satu sebanyak 74,4 persen dan vaksin dosis dua sebesar 52,8 persen.

“Mudah-mudahan capaian vaksin di daerah-daerah terus bertambah. Sehingga, capaian global program vaksinasi di Kalbar bisa terus meningkat dan mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 70 persen supaya terbentuk herd immunity,” pungkasnya. (yd)