Bang Yayan dan Bang Arbiansyah
PONTIANAK INFORMASI, Lokal – Sejumlah tokoh pemuda di Kota Pontianak meminta agar kisruh internal yang terjadi di tubuh organisasi MABT diselesaikan secara musyawarah mufakat dan kekeluargaan, tanpa harus dipublikasikan ke media maupun media sosial.
Tokoh pemuda Pontianak, Yayan yang akrab disapa Bang Yayan, menegaskan bahwa persoalan tersebut sebaiknya dianggap sebagai masalah internal organisasi dan tidak perlu menjadi konsumsi publik.
“Kami masyarakat yang peduli dengan Kamtibmas Pontianak mengharapkan kisruh di internal organisasi MABT itu bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat kekeluargaan dan jangan dipublish ke media karena ini masalah internal,” kata Yayan.
Ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak sampai mengganggu suasana perayaan Tahun Baru Imlek maupun Cap Go Meh yang selama ini berlangsung aman, damai, dan meriah di Pontianak.
“Jangan sampai suasana Imlek atau perayaan Cap Go Meh menjadi ternodai hanya gara-gara kisruh sebagian pihak. Yok jaga Kota Pontianak,” ujarnya.
Menurut Yayan, konflik yang terjadi berpotensi dimanfaatkan pihak lain jika terus dibiarkan dan diperkeruh di ruang publik. Ia menyebut situasi tersebut jangan sampai menjadi “tiket” bagi pihak tertentu untuk masuk dan mengambil keuntungan.
“Jangan sampai kekisruhan diantara dua kubu menjadi tiket bagi orang lain untuk masuk atau memanfaatkan kondisi ini,” tegasnya.
Yayan menilai permasalahan yang terjadi hanya disebabkan oleh miskomunikasi dan tidak perlu dibesar-besarkan.
“Mengingat ini hanya masalah miss komunikasi yang tidak perlu diunggah ke media karena ini bukan konsum publik,” lanjutnya.
Ia juga menyebut kemungkinan persoalan tersebut berkaitan dengan masa berlaku kepengurusan atau mekanisme tertentu yang harus dijalankan.
“Ya mungkin masa berlakunya habis atau ada mekanisme-mekanisme yang harus dijalankan di luar prosedurnya,” kata Yayan.
Sementara itu, tokoh pemuda lainnya, Abriansyah yang akrab disapa Bang Oo, turut menekankan agar persoalan tersebut tidak membuka peluang bagi pihak ketiga untuk memanfaatkan situasi.
“Intinya dengan situasi seperti ini jangan sampai ada pihak ketiga yang memanfaatkan situasi ini. Silakan masalah organisasi MABT diselesaikan secara internal,” ujarnya.
Keduanya berharap seluruh pihak yang terlibat dalam organisasi MABT dapat menjaga kondusifitas Kota Pontianak, khususnya menjelang perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang menjadi agenda budaya besar di daerah tersebut.
