Arif Joni Prasetyo
PONTIANAK — Anggota DPRD Kalimantan Barat mulai turun langsung ke daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi masyarakat selama tujuh hari, terhitung sejak 7 hingga 14 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan warga terkait kebutuhan pembangunan di daerah.
Salah satu anggota DPRD Kalbar dari dapil Pontianak, Arif Joni Prasetyo, telah mengunjungi sejumlah titik di Kota Pontianak. Dari beberapa pertemuan awal, ia mencatat persoalan infrastruktur masih menjadi isu yang paling banyak disampaikan warga.
“Saya sudah tiga titik reses dari 10 titik yang akan saya kunjungi. Yang utama memang masih mendominasi itu aspirasi masyarakat adalah infrastruktur, terutama jalan lingkungan dan drainase. Itu hampir di semua titik reses,” ujarnya.
Selain infrastruktur lingkungan, masyarakat juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana pendidikan. Beberapa SMA negeri dinilai masih membutuhkan perbaikan gedung serta fasilitas penunjang pembelajaran.
“Ada juga peningkatan infrastruktur sekolah-sekolah negeri, khususnya SMA. Laboratorium dan gedung masih ada beberapa yang harus diperbaiki. Bahkan ada yang belum memiliki laboratorium yang memadai, sementara kualitas pendidikan tidak terlepas dari peralatan dan infrastruktur tersebut,” jelasnya.
Tak hanya itu, aspirasi warga juga mencakup layanan kesehatan, bantuan sosial, serta dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, terutama terkait regulasi bantuan dan akses permodalan.
“Selain itu, ada juga terkait kesehatan, bantuan sosial, dan UMKM, terutama peraturan bantuan dan modal. Ini selalu menjadi aspirasi yang disampaikan ketika saya turun kegiatan reses,” katanya.
Arif Joni yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera Kalimantan Barat menyebut, titik-titik kunjungan meliputi wilayah Siantan, salah satu SMA, hingga komunitas olahraga.
Dari komunitas olahraga, warga berharap pemerintah dapat menyediakan fasilitas olahraga di lingkungan permukiman agar aktivitas masyarakat tidak hanya terpusat di taman kota.
“Aspirasi dari komunitas olahraga itu fasilitas olahraga, khususnya di lingkungan komplek-komplek atau fasum, agar dibangunkan sarana untuk kegiatan mereka berolahraga selain daripada taman,” pungkasnya.
Seluruh masukan tersebut akan dihimpun sebagai bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan di tingkat provinsi agar lebih sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.
