Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Tradisi Pewarnaan Benang Tenun Ikat Dayak Iban: Warisan Budaya yang Sarat Makna
  • Lokal
  • News

Tradisi Pewarnaan Benang Tenun Ikat Dayak Iban: Warisan Budaya yang Sarat Makna

Editor PI 18/11/2024
tenunikat

Momen saat Kadisporapar Kalbar, Windy Prihastari hadir dalam Workshop Proses pembuatan Tenun Ikat Khas Dayak Iban di Kapuas Hulu. (Dok. Istimewa)

PONTIANAK INFORMASI, LOKAL – Proses pewarnaan benang untuk tenun ikat suku Dayak Iban merupakan tradisi yang kaya akan nilai budaya dan kearifan lokal. Menggunakan bahan alami seperti daun engkrebai (Erythrina variegata) dan rengat akar, masyarakat Dayak Iban memanfaatkan tanaman yang tumbuh subur di hutan tropis Kalimantan untuk menghasilkan warna alami pada benang tenun mereka.

Persiapan Bahan dan Alat

Proses dimulai dengan memilih daun engkrebai segar yang berwarna hijau muda, karena dianggap memiliki kandungan zat pewarna terbaik. Daun-daun ini dicuci bersih sebelum digunakan. Selain itu, benang dari kapas atau serat alami direndam dalam air selama beberapa jam untuk memudahkan penyerapan warna. Persiapan ini mencerminkan kehati-hatian dan perhatian pada kualitas hasil akhir.

Proses Perebusan Daun Engkrebai

Daun engkrebai yang sudah dipersiapkan direbus dalam air mendidih selama beberapa jam hingga menghasilkan air berwarna merah kehitaman. Warna coklat kemerahan yang dihasilkan daun engkrebai dan warna biru dari rengat akar menjadi ciri khas pewarnaan ini. Waktu dan musim pemetikan daun dipercaya memengaruhi kualitas warna, menambah dimensi spiritual dalam proses pewarnaan tradisional ini.

Pencelupan Benang

Benang yang sudah direndam kemudian dicelupkan ke dalam larutan pewarna secara bertahap. Proses ini dilakukan berulang kali untuk menghasilkan warna yang lebih pekat. Setiap lapisan warna yang diserap benang mencerminkan kedalaman dan kekayaan warna pada kain tenun yang akan dihasilkan. Setelah selesai, benang dibiarkan kering di tempat teduh selama beberapa hari.

Pengeringan dan Penyimpanan

Setelah kering, benang-benang tersebut disimpan rapi untuk digunakan dalam proses menenun. Warna alami dari daun engkrebai memberikan daya tahan yang lama serta kilau alami, menjadikan kain tenun ikat Dayak Iban tak hanya indah tetapi juga bernilai tinggi.

Penerapan pada Tenun Ikat

Benang berwarna ini digunakan dalam proses menenun dengan teknik ikat khas Dayak Iban, yang melibatkan pola-pola rumit sarat simbol alam, kehidupan, dan kepercayaan spiritual. Setiap kain tenun memiliki cerita tersendiri, menjadikan pewarnaan ini bagian penting dalam pelestarian budaya.

Tradisi pewarnaan benang menggunakan daun engkrebai mencerminkan pengetahuan mendalam masyarakat Dayak Iban tentang alam serta kecintaan mereka pada budaya dan seni. Hasil akhirnya adalah kain tenun yang indah, penuh makna, dan menjadi warisan budaya yang layak dilestarikan.

Tags: Budaya Disporapar Kalbar Kalbar kebudayaan Pontianak

Continue Reading

Previous: Sutarmidji Janjikan Pembangunan Berkeadilan di Kalbar: Tak Ada Lagi Wilayah yang Terpinggirkan!
Next: Siap Tampil Debat Ketiga Pilgub Kalbar, Midji-Didi Komitmen Wujukan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Related Stories

Charity Day Aku Belajar Hadirkan Drama Musikal “Detektif Cilik Dadakan” untuk Dukung Pendidikan Anak di Kalimantan Barat
  • Lokal

Charity Day Aku Belajar Hadirkan Drama Musikal “Detektif Cilik Dadakan” untuk Dukung Pendidikan Anak di Kalimantan Barat

Editor PI 30/05/2026
IMG_6350
  • Lokal
  • News

Polisi Grebek Kampung Beting, Amankan 1.562 Butir Ekstasi Siap Edar di Pontianak

Editor PI 30/05/2026
IMG_6357
  • Lokal
  • News

Modus Nikah Pesanan ke China Dibongkar di Pontianak, Korban Dijanjikan Mahar Rp40 Juta

Editor PI 30/05/2026

Berita Terbaru

  • Charity Day Aku Belajar Hadirkan Drama Musikal “Detektif Cilik Dadakan” untuk Dukung Pendidikan Anak di Kalimantan Barat 30/05/2026
  • Polisi Grebek Kampung Beting, Amankan 1.562 Butir Ekstasi Siap Edar di Pontianak 30/05/2026
  • Modus Nikah Pesanan ke China Dibongkar di Pontianak, Korban Dijanjikan Mahar Rp40 Juta 30/05/2026
  • Kawasan Ambalat Mulai Ditata, Pemkot Fokus Benahi Drainase dan Jalan 30/05/2026
  • Tahun Revolusi Sanitasi, Pontianak Genjot Proyek SPALD-T hingga 2030 30/05/2026
  • Pemkab Komitmen Jembatani Konflik Korporasi dengan Masyarakat 29/05/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

Charity Day Aku Belajar Hadirkan Drama Musikal “Detektif Cilik Dadakan” untuk Dukung Pendidikan Anak di Kalimantan Barat
  • Lokal

Charity Day Aku Belajar Hadirkan Drama Musikal “Detektif Cilik Dadakan” untuk Dukung Pendidikan Anak di Kalimantan Barat

Editor PI 30/05/2026
IMG_6350
  • Lokal
  • News

Polisi Grebek Kampung Beting, Amankan 1.562 Butir Ekstasi Siap Edar di Pontianak

Editor PI 30/05/2026
IMG_6357
  • Lokal
  • News

Modus Nikah Pesanan ke China Dibongkar di Pontianak, Korban Dijanjikan Mahar Rp40 Juta

Editor PI 30/05/2026
IMG_6375
  • Lokal
  • News

Kawasan Ambalat Mulai Ditata, Pemkot Fokus Benahi Drainase dan Jalan

Editor PI 30/05/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.