Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • 6 Polisi Diperiksa Terkait Kematian Budianto Usai Dua Hari Ditahan di Medan
  • Nasional
  • News

6 Polisi Diperiksa Terkait Kematian Budianto Usai Dua Hari Ditahan di Medan

Editor PI 27/12/2024
WhatsApp Image 2024-12-27 at 13.48.20

PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, NASIONAL – Seorang pria bernama Budianto Simangunsong meninggal setelah dua hari ditahan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polrestabes Medan. Enam polisi yang terlibat dalam penangkapan tersebut sedang diperiksa oleh Paminal Polrestabes Medan.

“Kami sedang melakukan pemeriksaan internal yang dilakukan oleh Paminal Polrestabes Medan terhadap anggota yang melakukan penangkapan. Ada enam orang yang diperiksa termasuk Ipda ID,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, Kamis (27/12).

Gidion menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan pelanggaran kode etik dalam proses penangkapan yang dilakukan petugas terhadap Budianto.

“Supaya jelas mana kala memang ada dugaan pelanggaran kode etik ataupun SOP dalam proses penangkapan. Kita akan menyesuaikan dengan ketetapan yang sudah dibuat secara internal. Perwiranya satu. Kita mendalami atas nama ID,” ujar Gidion.

Namun, Gidion membantah kabar bahwa Budianto meninggal di dalam RTP Polrestabes Medan. Dia mengatakan Budianto dibawa ke RS Bhayangkara Medan pada Rabu (25/12/2024) pukul 15.05 WIB, dan setelah mendapatkan perawatan, nyawa Budianto tidak tertolong.

“Yang ingin saya tegaskan adalah beliau tidak meninggal di dalam tahanan, di dalam sel, atau di kantor polisi. Beliau meninggal di rumah sakit pada Kamis jam 10.34 WIB, setelah sebelumnya mendapatkan perawatan,” urainya.

Budianto bersama dua temannya, G dan D, ditangkap di warung tuak di Gang Horas, Desa Sei Semayang, Deliserdang pada Rabu (25/12/2024) sekitar pukul 00.20 WIB, atas dugaan pengancaman. Polisi juga mengamankan satu bilah parang dalam penangkapan tersebut.

“3 orang terduga pelaku ditangkap, karena tertangkap tangan, kemudian kita melakukan pengamanan. Kalau di luar belum ada surat perintah, ya, karena memang pada saat itu dalam posisi tertangkap tangan,” jelas Gidion.

Gidion mengakui ada dugaan kekerasan yang dialami Budianto saat proses penangkapan. “Untuk hasil visum ada kekerasan yang dialami yang bersangkutan yaitu luka di kepala, rahang, hasil visum lengkapnya mungkin akan kami sampaikan besok pada progres penyidikan yang kita lakukan. Ada dugaan memang kekerasan terjadi pada proses penangkapan,” ungkapnya.

Dumaria Simangunsong, istri Budianto, mengaku mengetahui kematian suaminya setelah mencari tahu sendiri ke RS Bhayangkara. “Gak ada dari kantor polisi yang ngasi tahu kalau suami ku meninggal. Setelah ku datangi ke rumah sakit, barulah aku tahu suami ku sudah meninggal,” katanya histeris di RS Bhayangkara, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan.

Dumaria menceritakan bahwa peristiwa bermula pada Selasa (24/12/2024) malam ketika Budianto bersama teman-temannya minum-minum di warung tuak. Kejadian serupa berulang malam berikutnya, hingga terjadi pertengkaran dengan seorang polisi.

Setelah ditangkap, Dumaria tidak diizinkan bertemu dengan suaminya di Polrestabes Medan dan baru mengetahui bahwa Budianto sudah dibawa ke rumah sakit. Saat tiba di RS Bhayangkara, Dumaria mendapati suaminya sudah terbujur kaku

Tags: Kriminal Nasional Polisi Viral

Continue Reading

Previous: Kadisdikbud Kalbar Optimis Zonasi Kombinasi Dorong Pemerataan Pendidikan
Next: Kadisdikbud Kalbar Fokus Pemenuhan Sarana dan Prasarana Sekolah di Pedalaman

Related Stories

IMG_8644
  • Lokal
  • News

Sekda Harisson Hadiri Paripurna DPRD, Sebut Angka Kemiskinan hingga Stunting di Kalbar Menurun

Editor PI 23/06/2026
IMG_8641
  • Lokal
  • News

Sujiwo Targetkan Batu Ampar Jadi Desa Wisata, Listrik Jadi Langkah Awal

Editor PI 23/06/2026
IMG_8640
  • Lokal
  • News

Dermaga Sumber Agung Ambruk, Bupati Sujiwo Pastikan akan Segera Diperbaiki

Editor PI 23/06/2026

Berita Terbaru

  • Yamaha Safety Riding Day 2026 Ajak Masyarakat #PILIHSELAMAT Saat Berkendara 23/06/2026
  • Auto Lebih Percaya Diri! Kolaborasi Yamaha x Kahf Sulap Grand Filano Hybrid Jadi Ala Classy Modern Explorer 23/06/2026
  • Sekda Harisson Hadiri Paripurna DPRD, Sebut Angka Kemiskinan hingga Stunting di Kalbar Menurun 23/06/2026
  • Sujiwo Targetkan Batu Ampar Jadi Desa Wisata, Listrik Jadi Langkah Awal 23/06/2026
  • Dermaga Sumber Agung Ambruk, Bupati Sujiwo Pastikan akan Segera Diperbaiki 23/06/2026
  • Diduga Akibat Korsleting, Mobil Terbakar Saat Melintas di Jalan Alianyang Pontianak 23/06/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

Safety Riding
  • Otomotif

Yamaha Safety Riding Day 2026 Ajak Masyarakat #PILIHSELAMAT Saat Berkendara

Editor PI 23/06/2026
Modification Yamaha Grand Filano Hybrid x Kahf Collaboration_2
  • Otomotif

Auto Lebih Percaya Diri! Kolaborasi Yamaha x Kahf Sulap Grand Filano Hybrid Jadi Ala Classy Modern Explorer

Editor PI 23/06/2026
IMG_8644
  • Lokal
  • News

Sekda Harisson Hadiri Paripurna DPRD, Sebut Angka Kemiskinan hingga Stunting di Kalbar Menurun

Editor PI 23/06/2026
IMG_8641
  • Lokal
  • News

Sujiwo Targetkan Batu Ampar Jadi Desa Wisata, Listrik Jadi Langkah Awal

Editor PI 23/06/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.