Foto: Detik.com
PONTIANAK INFORMASI, Jateng – Antrean panjang ratusan mobil pengangkut sampah terlihat mengular hingga sekitar dua kilometer di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Jawa Tengah, pada Senin (9/2/2026). Dari pantauan detikJateng, antrean sudah terjadi sejak pagi dan masih berlangsung hingga siang hari, bahkan menyusur hingga depan rumah warga di sekitar area TPA.
Dilansir dari detikJateng, antrean tersebut membuat sejumlah sopir dan petugas pengangkut sampah harus menunggu berjam‑jam sebelum dapat membuang muatannya. Salah satu petugas sampah dari Kelurahan Banjarsari, Haryanto, mengaku sudah mengantre selama satu jam untuk kloter kedua, setelah sebelumnya mengantre pada kloter pertama dari pukul 06.30 WIB hingga 08.30 WIB. Ia menyebut, “Ini antre yang kedua, yang pertama tadi pukul 06.30 sampai 08.30 WIB.”
Haryanto menduga antrean terjadi karena kapasitas TPA yang sudah penuh dan proses pembuangan yang dinilainya belum sepenuhnya memenuhi syarat teknis. “Kalau penyebabnya, pembuangannya mungkin enggak memenuhi syarat, ya, pun sudah penuh, ya, jadinya mungkin pihak pengelola mau buang ke mana mungkin ya repot, mungkin apa penyebabnya ya itu,” ujarnya. Menurutnya, antrean pikap pengangkut sampah memang kerap terjadi, tetapi kali ini merupakan yang paling panjang dan bahkan menjangkau depan rumah warga.
Petugas lain dari Kelurahan Mangkubumen, Agung, mengatakan ia sudah berada di TPA Putri Cempo sejak pukul 07.00 WIB dan memperkirakan baru bisa membuang sampah hingga malam hari. “Dari pagi tadi jam 07.00 WIB mungkin sampai malam ini, belum yang kloter kedua,” katanya. Kondisi ini menambah beban kerja dan waktu tempuh para pengangkut sampah yang sehari‑hari melayani wilayah kota Solo.
Kepala UPTD Pengelolaan TPA Putri Cempo, Edy Suparmanto, menjelaskan bahwa antrean tersebut bukan semata‑mata disebabkan overload sampah di TPA, melainkan karena kerusakan alat berat yang digunakan untuk pengolahan dan penimbunan. Dilansir dari detikJateng, Edy menyebut alat yang rusak adalah wheel loader dan ekskavator yang sudah mengalami gangguan sejak Sabtu (7/2/2026). “Penyebab karena kerusakan alat kita, alat kita ada yang rusak. Yang rusak yakni wheel loader sama ekskavator,” ujarnya.
Edy menambahkan bahwa pihaknya tengah berupaya memperbaiki alat secepat mungkin dan telah menginstruksikan agar mobil sampah tidak datang secara bersamaan. “Bukan, bukan (overload sampah). Ada kerusakan alat kita. Yang sedang kita upayakan, instruksi ya, seperti biasa, cuman kita minta untuk diatur waktunya. Kita minta untuk tidak semuanya datang bareng gitu kan. Jadi, per wilayah itu ada pengaturan jamnya sehingga tidak menumpuk,” tegasnya.
Kondisi antrean dua kilometer di TPA Putri Cempo ini berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas dan kenyamanan warga sekitar, sekaligus menjadi sorotan terhadap kapasitas dan manajemen pengelolaan sampah di Solo. Pemerintah kota dan pengelola TPA diminta segera mempercepat perbaikan fasilitas dan menata ulang jadwal kedatangan armada sampah agar antrean panjang seperti ini tidak terulang di hari‑hari berikutnya.
