Foto: Dok. Istimewa
PONTIANAK INFORMASI, Jabar – Seorang bayi laki‑laki berusia dua bulan di Kabupaten Tasikmalaya dilaporkan diculik oleh pria yang sebelumnya dikenal ibunya melalui media sosial. Peristiwa ini terjadi di teras Masjid Agung Singaparna, Kecamatan Singaparna, pada Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB, dan langsung menggemparkan warga sekitar.
Ibu korban, WR (41), warga Kecamatan Padakembang, Tasikmalaya, mengaku mengenal pelaku berinisial WD (41) melalui perkenalan di media sosial. Dilansir dari Detik Jabar, WR menyebut WD sudah beberapa kali bertemu langsung dengannya sehingga ia tidak merasa curiga saat janjian bertemu di area masjid bersama bayinya.
Saat pertemuan berlangsung, WD meminta WR meletakkan bayinya di dekatnya. Begitu bayi itu berpindah ke gendongan pelaku, WD langsung membawa lari sang bayi dan berusaha kabur dari lokasi. “Saya kenal lewat media sosial, dia juga sudah beberapa kali bertemu,” ujar WR.
Kepanikan WR memicu Polres Tasikmalaya segera membentuk tim khusus yang dipimpin Plt Kasat Reskrim Ipda Agus Yusup Suryana, Kanit PPA Aiptu Josner Ringgo, dan Kanit Resmob Ipda Devi. Dilansir Harapan Rakyat, tim bergerak cepat melacak koordinat pelaku yang terdeteksi bergerak ke luar kota.
Setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer, polisi mengepung sebuah rumah permanen di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, menjelang subuh. “Kami sangat hati-hati karena khawatir bayi dijadikan sandera jika pelaku terbangun,” kata Josner.
WD akhirnya ditangkap tanpa perlawanan saat tertidur lelap. Bayi korban ternyata tidak berada di lokasi penangkapan dan setelah diinterogasi, WD mengakui bahwa bayi itu dititipkan di rumah kontrakan kakak kandungnya yang berjarak sekitar 30 menit dari tempatnya diamankan. “Pelaku sempat berkelit, namun akhirnya bersedia menunjukkan keberadaan korban,” ujar Ipda Agus Yusup.
Bayi laki‑laki tersebut ditemukan dalam keadaan sehat dan langsung dievakuasi oleh anggota Polwan menuju Polres Tasikmalaya untuk dipertemukan kembali dengan ibunya. WD kini menjalani pemeriksaan intensif, sementara polisi masih mendalami motif penculikan dan kemungkinan adanya jaringan lain di balik kasus ini.
