Foto: Kompas
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026, pukul 01.06 WIB. Pusat gempa tercatat berada di laut sekitar 89–90 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman sekitar 10–58 kilometer, sehingga guncangan terasa kuat di Pacitan sendiri, Trenggalek, hingga beberapa daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Dampak gempa Pacitan dilaporkan menyentuh tiga provinsi dan lima kabupaten dengan total 224 jiwa terdampak. Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, guncangan menyebabkan 22 bangunan rusak, termasuk rumah warga, tempat ibadah, fasilitas pemerintah, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan bahwa “Kota Yogyakarta 2 rumah. Kabupaten Bantul 10 rumah, 2 tempat ibadah, 5 fasilitas pemerintah, 2 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas kesehatan,” ujarnya, dilansir dari detikNews.
Di Pacitan sendiri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sekitar 15 bangunan rusak akibat guncangan tersebut. Kerusakan meliputi rumah warga, bangunan semi permanen, hingga sejumlah fasilitas umum yang berada di kawasan rawan getaran. “Sejumlah bangunan di Pacitan rusak terdampak gempa M 6,4,” demikian dikutip dari laporan detikNews.
Selain kerusakan infrastruktur, gempa Pacitan juga menyebabkan korban luka‑luka. Di DIY, BPBD melaporkan 47 orang terluka, sedangkan di Bantul disebutkan ada tujuh warga yang mengalami luka akibat guncangan. “Tiga korban dirawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul, tiga lainnya di RSUD Panembahan Senopati, dan satu korban di fasilitas kesehatan terdekat,” jelas BPBD Bantul.
Pemerintah daerah dan BPBD setempat langsung melakukan asesmen cepat dan pendataan kerusakan. BPBD Pacitan menyatakan bahwa pihaknya terus mengumpulkan laporan kerusakan bangunan dan memantau potensi gempa susulan. “Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak resmi, sembari menunggu hasil asesmen menyeluruh dari petugas di lapangan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno.
Gempa Pacitan juga memicu kepanikan sebagian warga yang berada di lantai atas gedung maupun rumah bertingkat. Di beberapa wilayah, warga berhamburan keluar rumah dan memilih mengungsi sementara ke lapangan terbuka demi menghindari risiko runtuh bangunan. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, dan aktivitas pemantauan gempa susulan masih terus berlangsung.
Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk mempercepat pemulihan pasca gempa, termasuk perbaikan bangunan yang rusak dan penguatan sistem peringatan dini. Masyarakat diimbau untuk mematuhi arahan resmi, tidak menyebarkan hoaks, serta mempersiapkan diri dengan pengetahuan dasar menghadapi gempa bumi.
