Cak Imin Jadikan Santri Korban Amputasi Ponpes Al Khoziny Anak Angkat, (Foto : Humas PKB)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin menyatakan niatnya untuk mengangkat para santri korban amputasi akibat musibah ambruknya mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, sebagai anak angkat. Hal itu disampaikannya saat menjenguk para korban di Rumah Sakit Umum Daerah Notopuro Sidoarjo, Kamis (2/10/2025), seperti dilansir dari Kompas.com.
“Pokoke sing diamputasi tak dadekno anak angkatku ya (Intinya yang diamputasi saya jadikan anak angkat ya),” ujar Cak Imin dengan tegas. Ia juga berkomitmen untuk memastikan pendidikan para santri tersebut hingga jenjang perguruan tinggi dan akan membantu segala kebutuhannya. “Tak urus, sampe kuliah ngopo tak bantu kabeh (Saya urus sampai kuliah, mau apa saya bantu semua),” imbuhnya.
Cak Imin mengungkapkan bahwa langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan dukungan agar para santri tetap memiliki harapan masa depan yang cerah walaupun mengalami cobaan berat. Ia juga meminta keluarga para korban untuk bersabar dan tabah dalam menghadapi musibah tragis ini.
Musibah ambruknya mushola Ponpes Al Khoziny terjadi pada Rabu (1/10/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Bangunan tiga lantai tersebut roboh menimpa sejumlah santri yang sedang beribadah, sehingga membuat banyak korban terjebak di bawah reruntuhan.
Jumlah santri yang terjebak mencapai sekitar 140 orang, dengan 91 santri berhasil menyelamatkan diri dan 11 lainnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Sayangnya, lima santri dilaporkan meninggal dunia dan beberapa lainnya harus menjalani amputasi pada anggota tubuh mereka akibat luka parah.
Selain menjenguk para korban, Cak Imin juga memberikan dukungan moral dan santunan kepada keluarga korban. Ia berharap tragedi ini menjadi perhatian untuk penghentian pembangunan pondok pesantren tanpa standar keamanan yang jelas agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
