Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Merdeka.com/Imam Buhori)
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. (Merdeka.com/Imam Buhori)
Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan sedikitnya 108 undang-undang perlu diperbaiki agar Indonesia dapat menjalankan kedaulatan ekonomi secara optimal.
Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (23/7), yang juga dihadiri Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pidatonya, Cak Imin menyampaikan dukungan PKB terhadap kebijakan pemerintah mengenai pengelolaan ekspor sumber daya alam melalui sistem satu pintu. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi nasional.
“Kita yakin sepenuhnya, orientasi dan arah baru ekonomi yang dimulai dari penyelamatan sumber daya alam ini bukan sekadar retorika maupun impian di siang bolong. Kita sudah lama merindukan ini dan sekarang kebijakan Presiden sudah nyata melalui berbagai langkah konkret,” kata Cak Imin.
Meski demikian, ia menilai upaya tersebut perlu didukung dengan pembenahan regulasi secara menyeluruh agar pengelolaan kekayaan alam benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Pak Presiden, PKB mencatat paling tidak ada 108 undang-undang yang harus kita perbaiki agar kedaulatan ekonomi kita benar-benar bisa kita jalankan,” ujarnya.
Cak Imin juga mengajak seluruh kekuatan politik di parlemen untuk bersama-sama melakukan reformasi regulasi demi memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Pada kesempatan itu, ia menjelaskan tema Harlah ke-28 PKB tahun ini, yakni “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi”, yang kemudian disingkat menjadi “Prabowonomics”.
Menurutnya, istilah tersebut merupakan simbol dukungan PKB terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada kemandirian dan penguatan ekonomi nasional.
“Tema ini sebagai rasa syukur dan kesungguhan PKB untuk terus bersama-sama membawa arah baru ekonomi nasional, menjadi kekuatan bangsa yang mandiri dan kokoh berdasarkan kekuatan sendiri,” kata Cak Imin.
