Dok. Polsek Luhak
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Dua anak dinyatakan meninggal dunia usai tenggelam di objek wisata pemandian Lembah Batang Mangkisi, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Minggu (8/2). Korban yang masih berusia belia adalah Raffa Atthalla (8) dan Bilqis Zakira (11), yang saat itu sedang mengikuti kegiatan family gathering bersama keluarga dan komunitas.
Dilansir dari kumparan, Kapolsek Luhak Iptu Isral Riandi menjelaskan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. “Dua anak ini mandi‑mandi di kolam. Awalnya dipantau oleh orang tua masing‑masing,” ujar Isral, Minggu (8/2). Menurut keterangan tersebut, saat berada di kolam, kedua anak meminta pelampung kepada orang tua mereka, lalu salah satu orang tua pergi ke parkiran untuk mengambil pelampung di dalam mobil.
Hanya berselang sekitar lima menit, ketika orang tua kembali ke kolam, kedua anak sudah tidak terlihat lagi. “Para orang tua berusaha mencari dengan mengelilingi sekitar kolam, lalu salah seorang ayah korban melihat bayangan baju anaknya yang berwarna putih berada di dasar kolam,” jelas Isral. Kedua korban kemudian dievakuasi dari dasar kolam sedalam sekitar 2,5 meter oleh orang tua dan pengunjung lain sebelum dilarikan ke RSUD Adnaan WD Payakumbuh.
Sesampainya di rumah sakit, pihak medis menyatakan bahwa Raffa dan Bilqis sudah tidak tertolong lagi. “Setelah sampai di RSUD kedua korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh pihak rumah sakit,” tutur Isral. Kematian kedua bocah ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan komunitas yang hadir dalam acara family gathering tersebut.
Pihak kepolisian kemudian menutup sementara objek wisata pemandian tersebut sebagai bagian dari upaya pengamanan dan penyelidikan. “Sementara ditutup, tapi tidak begitu lama. Tergantung kebutuhan penyidik,” kata Isral. Garis polisi dipasang di sekitar kolam untuk mencegah pengunjung masuk sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam penyelidikan awal, polisi menyebut bahwa kolam di lokasi wisata tersebut memiliki variasi kedalaman, termasuk kolam khusus dewasa yang mencapai 2,5 meter. “Tempat korban berenang ini kolam untuk dewasa, kedalaman 2,5 meter. Kami masih selidiki kenapa anak‑anak ini bisa masuk ke dalam kolam dewasa, apakah tidak ada petugas jaga di sana,” ungkap Isral. Hasil penyelidikan sementara menyebut kasus ini murni karena kelalaian orang tua, meski pengelola tetap diminta memperketat pengawasan dan penjagaan di area kolam.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua dan pengelola wisata air agar lebih berhati‑hati saat membawa anak ke kolam renang atau pemandian umum. Insiden di Lembah Batang Mangkisi menegaskan pentingnya pengawasan ketat, penggunaan pelampung, serta pembatasan area kolam sesuai usia pengunjung agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
