Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Fenomena Baru di Pusat Perbelanjaan: Setelah “Rojali”, Kini “Rohana” Serbu Mal, Pengusaha Teriak
  • Nasional

Fenomena Baru di Pusat Perbelanjaan: Setelah “Rojali”, Kini “Rohana” Serbu Mal, Pengusaha Teriak

Tyo 26/07/2025
Fenomena Baru di Pusat Perbelanjaan: Setelah "Rojali", Kini "Rohana" Serbu Mal, Pengusaha Teriak

(Foto : ANTARA/AHMAD SUBAIDI)

PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Setelah istilah “Rojali” atau rombongan jarang beli menjadi pembahasan hangat, kini muncul fenomena baru yang dikenal dengan sebutan “Rohana”, yakni rombongan hanya nanya. Istilah ini merujuk pada kelompok pengunjung pusat perbelanjaan yang datang hanya untuk bertanya atau melihat-lihat tanpa membeli barang, dan kehadirannya dinilai semakin marak di berbagai mal Indonesia.

Menurut laporan CNBC Indonesia, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, memandang fenomena “Rohana” sebagai hal yang wajar dalam transaksi di pusat perbelanjaan offline. “Saya kira di pusat perbelanjaan itu kan sifatnya adalah offline. Kalau offline itu kan pasti terjadi interaksi, tawar-menawar, nanya harga dan sebagainya. Saya kira itu umum, hal-hal yang wajar lah begitu,” ujar Alphonzus.

Namun, meski dianggap wajar, keberadaan “Rohana” terbukti berdampak pada sektor ritel. Alphonzus menuturkan bahwa tren pengunjung yang hanya bertanya atau sekadar melihat-lihat telah menurunkan omzet penjualan tenant di mal. “Pasti (ada penurunan omzet), karena kan sekarang masyarakat kelas menengah bawah cenderung beli barang atau produk yang harga satuannya, atau unit price-nya murah. Itu terjadi penurunan, pasti,” ungkapnya, dikutip dari CNBC Indonesia.

Dampak negatif tidak dirasakan merata di semua sektor. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, menyebutkan bahwa sektor makanan dan minuman justru diuntungkan dari fenomena ini. “Yang diuntungkan dari rojali sebenarnya ya sektor makanan dan minuman… omzetnya sudah mulai naik lagi, ya sekitar 5%-10% per bulan,” kata Budi pada acara Inabuyer Expo 2025.

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, pengunjung yang masuk kategori “Rojali” dan “Rohana” biasanya menghabiskan waktu di mal untuk mencari hiburan dan berinteraksi sosial. Setelah selesai berkeliling tanpa berbelanja, mereka cenderung singgah di restoran untuk makan atau sekadar minum sebagai pengisi waktu luang.

Fenomena “Rohana” dan “Rojali” juga diidentifikasi sebagai dampak turunnya daya beli masyarakat, bahkan pada kalangan atas. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebutkan, pola belanja yang kian selektif menyebabkan masyarakat memilih untuk membandingkan harga, menawar, atau sekadar menanyakan produk tanpa selalu membeli. “Kita tuh bebas mau beli di online, mau beli di offline. Dari dulu fenomena itu (rojali) juga ada. Namanya orang dari dulu ‘kan juga begitu. Orang mau belanja, dicek dulu, yang ingin lihat barangnya bagus atau tidak, harganya seperti apa,” terangnya kepada.

Meski demikian, pengelola pusat perbelanjaan tetap optimis, memprediksi pertumbuhan mal secara nasional pada tahun 2025 masih akan positif, meskipun hanya sebesar satu digit atau di bawah 10%. Target pertumbuhan omzet yang semula diharapkan mencapai 20-30% pun dinilai sulit untuk diwujudkan di tengah fenomena ini.

Fenomena “Rohana” dan “Rojali” ini menandai pergeseran fungsi mal yang kini bukan lagi sekadar tempat berbelanja, melainkan juga sebagai sarana hiburan, edukasi, dan interaksi sosial. Pengelola mal pun dituntut untuk beradaptasi, menciptakan konsep dan pengalaman baru agar tetap relevan dan menarik minat pengunjung di situasi ekonomi yang menantang.

Tags: Rohana Rojali Usaha

Continue Reading

Previous: Sarawak Travel Fair Kembali Hadir di Pontianak, Tawarkan Layanan Medis Unggulan dan Wisata
Next: Dari Kontroversi Denda hingga Hadiah Umrah: Kisah Guru Madin Demak Menuai Simpati Publik

Related Stories

6b14877a-2b4d-4e9a-8d90-fac85e9becf3
  • Lokal
  • Nasional
  • News

Calon Manajer Kopdes Asal Singkawang Meninggal Dunia, Sempat Sesak Napas usai Belajar di Kelas

Editor PI 29/06/2026
Dua Mobil Patroli Polisi Dirusak OTK Usai Pengamanan HUT Jakarta di Bundaran HI
  • Nasional

Dua Mobil Patroli Polisi Dirusak OTK Usai Pengamanan HUT Jakarta di Bundaran HI

Editor PI 23/06/2026
LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Korban Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Kecam Kekerasan
  • Nasional

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Korban Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Kecam Kekerasan

Editor PI 23/06/2026

Berita Terbaru

  • Gubernur Ria Norsan Buka Temu Karya Karang Taruna Kalbar, Tekankan Peran Pemuda Atasi Masalah Sosial 12/07/2026
  • Muhammad Farizi Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Kalbar 2026–2031 12/07/2026
  • Muhammad Farizi Nahkodai Karang Taruna Kalbar, Bidik Kepengurusan hingga RT/RW 12/07/2026
  • 12 Kabupaten/Kota Kompak Dukung Muhammad Farizi Jadi Ketua Karang Taruna Kalbar 12/07/2026
  • Tiga Anak Muda Kalimantan Barat Bawa Misi Promosikan Kuliner Lokal Lewat QRIS 11/07/2026
  • Gerakan Indonesia ASRI Digelar Serentak, Sekda Kalbar Harisson Ajak Warga Rutin Kerja Bakti 11/07/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

30c012aa-4043-4018-be1a-61128a3bf6e8
  • Lokal
  • News

Gubernur Ria Norsan Buka Temu Karya Karang Taruna Kalbar, Tekankan Peran Pemuda Atasi Masalah Sosial

Editor PI 12/07/2026
41a8d181-22ab-4157-a1f7-c97299ed7127
  • Lokal
  • News

Muhammad Farizi Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Karang Taruna Kalbar 2026–2031

Editor PI 12/07/2026
7ebcfee8-e2a1-485e-8cbf-8ab1789c00b4
  • Lokal
  • News

Muhammad Farizi Nahkodai Karang Taruna Kalbar, Bidik Kepengurusan hingga RT/RW

Editor PI 12/07/2026
12f13ba4-86b4-4c1d-a401-a9a4e35ae6e9
  • Lokal
  • News

12 Kabupaten/Kota Kompak Dukung Muhammad Farizi Jadi Ketua Karang Taruna Kalbar

Editor PI 12/07/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.