Anies Baswedan dan Riza Patria dalam acara festival kolaborasi di Kawasan Kota Tua (Foto : KOMPAS.com/JOY ANDRE T)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta sekaligus Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria membela Presiden Prabowo Subianto usai disindir oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Sindiran tersebut menyoroti penentuan jabatan publik yang dianggap lebih mengedepankan koneksi daripada kemampuan.
“Ya, semua Presiden punya cara masing-masing ya, menyusun kabinet. Indonesia ini negara yang sangat besar, yang sangat luas, jumlah penduduknya tidak kurang dari 280 juta jiwa, dengan berbagai masalahnya yang sangat kompleks, heterogen,” ujar Riza di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (9/10/2025).
Ia menambahkan, Indonesia memiliki banyak talenta terbaik yang kompeten. Presiden Prabowo dianggap memiliki pendekatan akomodatif dengan mengajak berbagai elemen masyarakat untuk berkontribusi aktif. “Semua partai, organisasi masyarakat, komunitas, pengusaha, mahasiswa, buruh, pekerja, perempuan, semua elemen masyarakat diajak untuk terlibat aktif,” tutur Riza.
Sebagai mantan Wakil Gubernur yang mendampingi Anies Baswedan, Riza menegaskan bahwa Prabowo selalu mengedepankan hasil kerja dan kepentingan rakyat dalam semua program yang dijalankan. “Yang terpenting adalah hasil yang akan terlihat, serta pendapat masyarakat. Semua program yang dihadirkan oleh Bapak Presiden Prabowo adalah demi kepentingan rakyat bangsa,” jelasnya.
Sebelumnya, Anies Baswedan dalam Dialog Gerakan Rakyat Indonesia di Semarang mengkritik keras bahwa jabatan publik banyak diberikan bukan karena kompetensi, melainkan atas dasar koneksi dan kepentingan politik. “Banyak tanggung jawab publik hari ini diberikan bukan karena kompetensi, tapi karena koneksi. Kalau begini, kapan negeri ini bisa maju,” ujar Anies.
Riza menanggapi bahwa Presiden Prabowo berusaha mengakomodasi putra-putri terbaik bangsa dengan cara yang inklusif. Melalui pendekatan ini, kata Riza, segala aspirasi masyarakat dapat terserap dalam penyusunan kabinet dan program. “Jadi itulah cara Bapak Presiden dalam mengakomodasi semua putra-putri terbaik untuk berkontribusi,” imbuhnya.
Riza Patria juga menegaskan bahwa kritik Anies harus dilihat secara konstruktif, namun mengingat setiap presiden memiliki hak prerogatif menyusun kabinetnya sesuai kondisi dan kebutuhan negara. Penilaian terhadap kabinet harus berdasarkan hasil kerja nyata yang dirasakan masyarakat.
