Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Tom Lembong Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Impor Gula
  • Nasional
  • News

Tom Lembong Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Impor Gula

Editor PI 29/10/2024
WhatsApp Image 2024-10-29 at 21.51.03

PONTIANAK INFORMASI, NASIONAL – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Menteri Perdagangan periode 2015-2016, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait kegiatan impor gula. Penetapan tersangka diumumkan oleh Direktur Penyidikan Jampidsus, Abdul Qodar, dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Kejagung, Jakarta, pada Selasa. Selain Tom Lembong, Kejagung juga menetapkan seorang tersangka lain berinisial CS, mantan Direktur Pengembangan Bisnis di PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) pada periode yang sama.

Abdul Qodar menjelaskan, kasus ini berawal dari keputusan dalam rapat koordinasi antarkementerian pada 2015 yang menyimpulkan Indonesia mengalami surplus gula, sehingga tidak ada kebutuhan untuk melakukan impor. Namun, pada tahun yang sama, Tom Lembong sebagai Menteri Perdagangan saat itu justru menerbitkan izin impor gula kristal mentah sebanyak 105.000 ton kepada PT AP, yang kemudian diolah menjadi gula kristal putih.

“Persetujuan impor gula ini dikeluarkan tanpa melalui rapat koordinasi dengan instansi terkait dan tanpa rekomendasi dari Kementerian Perindustrian,” ungkap Qodar.

Berdasarkan aturan, impor gula seharusnya hanya dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), namun izin impor tersebut justru diberikan kepada pihak swasta.

Kasus ini semakin berkembang setelah terungkap bahwa CS selaku Direktur Pengembangan Bisnis PT PPI juga terlibat. Pada 2015, dalam rapat Kemenko Perekonomian, disimpulkan bahwa pada tahun 2016 Indonesia diproyeksikan mengalami kekurangan gula kristal putih sebanyak 200.000 ton. Namun, CS tidak mengimpor gula kristal putih langsung, melainkan memerintahkan bawahannya untuk bekerjasama dengan delapan perusahaan swasta yang mengelola gula kristal mentah.

“Gula yang diimpor adalah gula kristal mentah yang kemudian diolah menjadi gula kristal putih oleh perusahaan swasta, dan PT PPI seolah-olah membeli gula tersebut dengan harga yang melebihi harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp16.000 per kilogram dari harga yang seharusnya Rp13.000,” papar Qodar.

Lebih lanjut, PT PPI disebut mendapatkan keuntungan berupa fee sebesar Rp105 per kilogram dari delapan perusahaan tersebut. Atas tindakan ini, negara mengalami kerugian sekitar Rp400 miliar.

Para tersangka didakwa melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP.

Sebagai langkah penyelidikan lebih lanjut, kedua tersangka saat ini ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari. Kasus ini mulai terbongkar sejak Oktober 2023 ketika ditemukan indikasi pelanggaran hukum dalam penerbitan persetujuan impor gula kristal mentah yang diduga melebihi kuota dan tidak sesuai kebutuhan riil gula dalam negeri. (Antara)

Tags: Nasional Politik

Continue Reading

Previous: Organisasi Wanita Islam Singkawang Doakan Sutarmidji-Didi, Harap Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia
Next: AKD di DPRD Kalbar Diproses Setelah Pimpinan Definitif Terima SK

Related Stories

5905146a-5f4d-4e87-a754-ead4c77b2dda
  • Lokal
  • News

Wako Edi Ajak Perusahaan Bantu Anak Penyintas Kanker, Thalasemia, dan Jantung Bawaan

Editor PI 23/07/2026
IMG_1912
  • Lokal
  • News

Realisasi Anggaran MBG di Kalbar Turun, DJPb Ungkap Penyebabnya

Editor PI 23/07/2026
IMG_1915
  • Lokal
  • News

Aksi Ojol Bantu Step Motor Pengendara Kehabisan Bensin saat Bawa Istri dan Anak di Tol Kapuas 2

Editor PI 23/07/2026

Berita Terbaru

  • Wako Edi Ajak Perusahaan Bantu Anak Penyintas Kanker, Thalasemia, dan Jantung Bawaan 23/07/2026
  • Realisasi Anggaran MBG di Kalbar Turun, DJPb Ungkap Penyebabnya 23/07/2026
  • Aksi Ojol Bantu Step Motor Pengendara Kehabisan Bensin saat Bawa Istri dan Anak di Tol Kapuas 2 23/07/2026
  • Polresta Pontianak Patroli Karhutla, Pastikan Tak Ada Titik Api di Pontianak Selatan-Tenggara 23/07/2026
  • TPID Diminta Waspadai Inflasi Semester II, Gubernur Norsan: Jangan Tunggu Harga Naik Baru Bertindak 23/07/2026
  • Mitsubishi New Xforce HEV Resmi Hadir di Kalimantan Barat PT Gemilang Berlian Indah Gelar Peluncuran Perdana di Gaia Mall Kubu Raya 22/07/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

5905146a-5f4d-4e87-a754-ead4c77b2dda
  • Lokal
  • News

Wako Edi Ajak Perusahaan Bantu Anak Penyintas Kanker, Thalasemia, dan Jantung Bawaan

Editor PI 23/07/2026
IMG_1912
  • Lokal
  • News

Realisasi Anggaran MBG di Kalbar Turun, DJPb Ungkap Penyebabnya

Editor PI 23/07/2026
IMG_1915
  • Lokal
  • News

Aksi Ojol Bantu Step Motor Pengendara Kehabisan Bensin saat Bawa Istri dan Anak di Tol Kapuas 2

Editor PI 23/07/2026
b6e131d3-1848-4aa9-aabf-ffbc9301438b
  • Lokal
  • News

Polresta Pontianak Patroli Karhutla, Pastikan Tak Ada Titik Api di Pontianak Selatan-Tenggara

Editor PI 23/07/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.