Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Tragis, Ayah Bunuh Anak karena Ingin Lindungi Keluarga
  • Nasional
  • News

Tragis, Ayah Bunuh Anak karena Ingin Lindungi Keluarga

Editor PI 06/01/2024
pemubunuhan-tragis

PONTIANAK INFORMASI, NASIONAL – Peristiwa tragis terjadi di Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah pada Senin (1/1/2024) pukul 15.00 WIB. Guntur (22), seorang pemuda warga setempat, kehilangan nyawanya setelah terlibat duel dengan ayahnya, Sutikno Miji (59).

Menurut keterangan Sutikno, peristiwa mengerikan itu terjadi saat dia tengah membuat sambal di dapur. Tanpa diduga, istrinya yang berteriak memberitahu bahwa Guntur, yang tengah dalam keadaan mabuk, mengancam membunuh adiknya sendiri.

“Saya waktu itu lagi bikin sambal. Ibunya teriak ‘adiknya mau dibunuh’. Habis itu saya langsung saya pisah. Adiknya sempat dipukul piring,” ujar Sutikno di Mapolrestabes Semarang.

Sutikno kemudian menyuruh istrinya dan anak keduanya pergi, sementara dia sendiri berhadapan dengan Guntur dalam sebuah duel. Dalam keadaan emosional, Sutikno mengaku sempat memukul kaki Guntur, berharap anak pertamanya tersebut lumpuh agar tidak berbuat onar lagi.

“Saya duel, bela keluarga lainnya, keselamatan keluarga lainnya, saya pukul kakinya. Saya waktu itu nggak tahu diri, tapi hati kecil mau lumpuhkan agar tidak bikin onar lingkungan dan keluarga. (Kalau lumpuh) saya rela kasih makan,” ujar Sutikno.

“Ternyata tidak bernyawa, saya lapor ke Pak RT dan Pak RW. Saya pasrah mau diapakan. Bapak RW kemudian lapor ke Polsek,” imbuhnya.

Menurutnya, Guntur sejak masa SMP, terjerumus dalam dunia miras dan seringkali melakukan tindakan anarkis saat dalam pengaruh alkohol. Sutikno bahkan mengungkapkan bahwa keluarganya pernah mengungsi karena perilaku Guntur yang meresahkan.

“Terus dia kecelakaan, saya balik ke rumah. Setelah sembuh, ternyata bikin onar lagi. Saya tidak kenapa-kenapa dipukuli, istri saya sampai nyembah-nyembah ke dia,” terang Sutikno.

Wakapolrestabes Semarang, AKBP Wiwit Ari Wibisono, memberikan informasi terkait penyebab kematian korban. Menurutnya, korban mengalami luka di kepala akibat pukulan dengan batu hebel yang dilakukan oleh Sutikno.

Wiwit menyatakan bahwa upaya restorative justice tidak bisa dilakukan karena korban sudah tewas.

“Bagaimanapun, tetap tersangka sudah melakukan pembunuhan. Melakukan tindakan berlebihan ketika pisau (yang dibawa korban) sudah terjatuh tetap dilakukan kekerasan lain seperti dengan batu hebel dan gunakan tangan untuk membenturkan,” ujarnya.

Sutikno kini dijerat dengan Pasal 44 ayat 3 UU RU Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT dan/atau Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 351 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sementara keluarga korban harus menghadapi trauma dan kesedihan mendalam akibat peristiwa tragis ini. (ad)

Tags: Kriminal Nasional Viral

Continue Reading

Previous: Muda Mahendrawan Ajak ASN Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan Produktivitas
Next: Bupati Muda Mahendrawan Beri Hadiah Laptop untuk Bripda Novandro

Related Stories

fe7faf29-a008-4bc6-a524-f00fbd75377c
  • Lokal
  • News

Naik Dango ke-3 Dimulai, Wako Edi: Jaga dan Lestarikan Nilai Kearifan Lokal

Editor PI 21/04/2026
207d7534-45d8-453c-b458-14f0713907f7
  • Lokal
  • News

Sosialisasikan PPDB 2026, Bahasan Sebut Akan Tindak Tegas Praktik Siswa Titipan

Editor PI 21/04/2026
IMG_2277
  • News

DPRD Kalbar: Kenaikan BBM Non Subsidi Bisa Picu Kenaikan Harga Barang

Editor PI 21/04/2026

Berita Terbaru

  • Naik Dango ke-3 Dimulai, Wako Edi: Jaga dan Lestarikan Nilai Kearifan Lokal 21/04/2026
  • Sosialisasikan PPDB 2026, Bahasan Sebut Akan Tindak Tegas Praktik Siswa Titipan 21/04/2026
  • DPRD Kalbar: Kenaikan BBM Non Subsidi Bisa Picu Kenaikan Harga Barang 21/04/2026
  • Ketua DPRD Kalbar Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dorong Percepatan Tol Supadio–Kijing 21/04/2026
  • Pria Jambret HP Bocah di Pontianak Berhasil Ditangkap, Kenangan Foto Bersama Almarhum Ayah Hilang 21/04/2026
  • IBI di Garda Terdepan: Menguatkan Peran Bidan dalam Transformasi Kesehatan Ibu dan Anak 21/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

fe7faf29-a008-4bc6-a524-f00fbd75377c
  • Lokal
  • News

Naik Dango ke-3 Dimulai, Wako Edi: Jaga dan Lestarikan Nilai Kearifan Lokal

Editor PI 21/04/2026
207d7534-45d8-453c-b458-14f0713907f7
  • Lokal
  • News

Sosialisasikan PPDB 2026, Bahasan Sebut Akan Tindak Tegas Praktik Siswa Titipan

Editor PI 21/04/2026
IMG_2277
  • News

DPRD Kalbar: Kenaikan BBM Non Subsidi Bisa Picu Kenaikan Harga Barang

Editor PI 21/04/2026
IMG_2237
  • Lokal
  • News

Ketua DPRD Kalbar Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dorong Percepatan Tol Supadio–Kijing

Editor PI 21/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.