PONTIANAK INFORMASI – Tak hanya dipenuhi tanaman hias dan aneka satwa, Pameran Flora dan Fauna (Flona) Bumi Khatulistiwa di Halaman Kolam Renang Ampera, Pontianak, juga menjadi surga bagi pencinta ayam hias. Sedikitnya ada 15 jenis ayam hias dipamerkan, mulai dari Brahma asal India hingga Silkie yang dijuluki mirip kucing anggora.
Salah satu peserta pameran, Udin, pemilik Parma Farm, menghadirkan koleksi ayam hias miliknya selama pameran yang berlangsung pada 15–19 Juli 2026. Selain 15 jenis ayam, ia juga membawa seekor Golden Pheasant dan Merak Biru India untuk dikenalkan kepada pengunjung.
“Untuk jenis ayam ada 15, kemudian ditambah satu jenis Golden Pheasant dan Merak Biru India,” ujar Udin.
Pria yang mulai menekuni usaha ayam hias sejak 2019 itu mengaku ketertarikannya berawal dari kekaguman terhadap bentuk tubuh, karakter, hingga warna bulu ayam yang beragam.
“Melihat bentuk tubuh, karakter, dan warnanya itu menjadi hiburan tersendiri. Ada kepuasan batin saat melihat ayam-ayam ini,” katanya.
Udin menceritakan, awalnya ia bersama komunitas pecinta ayam hias di Kalimantan Barat patungan membeli bibit dari Jawa. Setelah itu, ayam-ayam tersebut dikembangbiakkan di daerah masing-masing.
Kini, di penangkarannya yang berada di Jalan Tanjung Raya II, Gang Nusakarya, Parit Mayor, Pontianak, ia memelihara sekitar 20 jenis ayam hias dengan populasi mencapai hampir 200 ekor.
Menurutnya, perawatan ayam hias tidak jauh berbeda dengan ayam pada umumnya. Yang membedakan hanya perhatian lebih pada asupan protein dan vitamin agar kondisi ayam tetap prima.
“Pakan utamanya jagung halus dan beras merah. Tidak ada pakan khusus, sama seperti ayam lainnya, hanya proteinnya lebih diperhatikan,” jelasnya.
Dari berbagai jenis yang dipeliharanya, ayam Brahma asal India menjadi primadona di Pontianak. Ukurannya yang besar serta variasi warna bulunya membuat ayam ini paling banyak dicari kolektor.
Selain Brahma, ayam Silkie asal Amerika juga memiliki banyak penggemar, terutama perempuan.
“Silkie banyak peminatnya karena bulunya lembut, katanya mirip kucing anggora. Warnanya juga ada lima varian,” ujarnya.
Udin mengatakan minat masyarakat terhadap ayam hias di Pontianak terus meningkat. Harga jualnya pun bervariasi, tergantung jenis, usia, dan kualitas warna bulu.
“Anakan mulai sekitar Rp100 ribu. Semakin besar usianya, harganya naik terus. Yang paling mahal rata-rata di atas Rp1 juta per ekor seperti Ayam America Silkie itu,” pungkasnya.
