Lokal News

Bangga, Pontianak Raih Penghargaan Kota Kesehatan Cerdas dan Kesiapan Digital Terbaik dari PIKKC ITB

Kota Pontianak Raih Penghargaan
Pengumuman Penghargaan Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas Institut Teknologi Bandung yang digelar virtual, Senin (27/12/2021). Foto: Prokopim Pemkot Pontianak

Berita Pontianak, PONTIANAK INFORMASI – Membanggakan, Kota Pontianak meraih dua penghargaan dalam Riset Transformasi Digital dan Rating Kota Cerdas Indonesia 2021 yang digelar Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas Institut Teknologi Bandung. Dua penghargaan itu adalah kategori Kota Sedang dengan Kesehatan Cerdas dan kategori Kesiapan Digital Terbaik.

Pengumuman penghargaan dilakukan secara virtual pada Senin (27/12/2021) pagi. Menanggapi capaian prestasi tersebut, Plt Kepala Bappeda Kota Pontianak, Trisna Ibrahim menjelaskan penghargaan merupakan apresiasi bagi Kota Pontianak.

Pada agenda riset dan rating yang diikuti 93 daerah di Indonesia itu, Trisna menyebut, penghargaan adalah momentum awal Pemerintah Kota Pontianak untuk melangkah maju.

“Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan momentum awal untuk melangkah lebih maju,” pungkas Trisna Ibrahim.

Trisna Ibrahim mengatakan, Kota Pontianak sudah sejak lama mencanangkan program Smart City. Dikatakannya, implementasi program tersebut perlu biaya dan proses panjang. Kini, beberapa indikator diapresiasi oleh Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas Institut Teknologi Bandung.

Cerdas dalam Smart City bermakna luas, sambungnya. Di pemerintahan, rincinya, berorientasi pada percepatan pelayanan dan sudah dilaksanakan, salah satunya dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

“Dari beberapa indikator ada kategori Masyarakat Cerdas, tapi Pontianak belum mendapatkan. Surveinya perlu kita pelajari apa indikatornya, sehingga bukan hanya aparatur sipil negara yang siap tapi masyarakatnya juga,” jelasnya. 

Menurut Trisna Ibrahim, dalam perwujudannya, selain dukungan pemerintah, masyarakat juga mempunyai peran penting sebagai kunci realisasi program Smart City.

“Tidak hanya dari segi government, tapi masyarakatnya juga harus siap,” tegasnya.

Dia menjelaskan, anggaran menjadi kendala dalam membangun infrastruktur penunjang program tersebut, misalnya fiber optik untuk jaringan lokal Pemerintah Kota Pontianak.

Katanya, memang sudah ada jaringan dari swasta, namun indikator dalam penilaian mewajibkan adanya jaringan mandiri sehingga koneksi pelayanan publik dan antarorganisasi perangkat daerah tidak terganggu masalah dari luar.

Trisna pun berharap, dengan berakhirnya RPJMD, sampai tahun 2023 jabatan Pak Wali ini bisa terwujud.

“Leading sektornya ada di Diskominfo,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas Institut Teknologi Bandung, Prof Suhono H Supangat mengatakan, Riset Rating Transformasi Digital Indoneisa (RTDI) dan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2021 bertujuan untuk mengukur kesiapan digital kota-kota Indonesia, melakukan pengukuran kinerja terhadap pengelolaan kota, memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai permasalahan dan potensi yang hadapi kota, dan memberikan gambaran bagi stakeholder kota dalam membangun layanan kota.

“Kami juga memotret bagaimana poses evaluasi berkelanjutan implementasi Smart City di kota-kota Indonesia, dan memberikan gambaran perkembangan implementasi Smart City di Indonesia 8 tahun terakhir,” terang dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan dalam pelaksanaan ke depannya, pengukuran akan dilakukan setiap dua tahun sekali dengan menyasar kota dan kabupaten di Indonesia.  Prof Suhono juga berharap, agenda ini dapat dilakukan dengan lancar sebagai bahan evaluasi dan masukan untuk kemajuan perkembangan kota secara khususnya dan Indonesia pada umumnya.