PONTIANAK INFORMASI – Sebanyak tiga puluh pelajar SMA/SMK Maniamas di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak mengalami gejala muntah-muntah hingga diare usai menyantap menu MBG, Rabu (19/11/25).
Menu MBG yang disajikan tersebut berupa soto dengan ayam suir, toge, termasuk tempe goreng yang datang ke sekolah sekitar pukul 10.00 wib lewat.
Para siswa langsung dilarikan ke RSUD Landak dan juga dirawat di Klinik Utama ST. Elisabeth Hungaria Ngabang.
Bahkan dari pantauan di lokasi klinik hingga malam hari, beberapa siswa masih tampak datang dengan diantar menggunakan kendaraan roda dua ke klinik dengan kondisi mual-mual.
Salah seorang siswa kelas XI yang dirawat menceritakan bahwa bahwa dirinya mengalami gejala mual, pusing hingga muntah, setelah terakhir mengonsumsi menu MBG di sekolah.
“Mual, pusing, sama muntah. Terakhir makan MBG karena dari pagi ndak ada makan lain,” ucapnya.
Diceritakannya bahwa saat dikonsumsi tidak ada yang aneh dari menu soto yang disajikan tersebut, baik dari aroma maupun rasa.
“Waktu dimakan ndak ada yang aneh, normal makanya dimakan. Tidak ada aroma yang aneh,” terangnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Landak, Yohanes menyampaikan permohonan maaf dan keprihatinan atas peristiwa dugaan menonjol yang terjadi pada pelajar tersebut.
“Kami akan tetap melaksanakan SOP itu yang utama. Tetapi ada hal penting lagi yang paling utama adalah keselamatan, kesehatan dan penanganan medis bagi anak-anak kami yang terdampak itu adalah poin yang paling penting,” katanya.
Untuk itu, dia berharap pihak klinik serta RSUD Landak membantu memberikan penanganan medis semaksimal mungkin karena merupakan prioritas utama.
Dengan peristiwa ini sesuai SOP yang ada operasional dapur SPPG Hilir Kantor Ngabang II sementara dinonaktifkan.
“Terlebih dari itu mengikuti standar operasional prosedur, untuk sementara dapur ini akan kami stop operasional sementara sembari menunggu tindak lanjut dari uji lab dari sampel,” tuturnya.
