PONTIANAK INFORMASI – Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat pada Agustus 2025 ada 170 kasus obesitas pada anak usia balita. Tidak hanya balita, kasus obesitas pada anak usia sekolah juga cukup tinggi.
Berdasarkan data hasil skrining kesehatan anak sekolah tahun ajaran 2025/2026, untuk anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) tercatat 3.216 kasus atau 4,83 persen, tingkat SMP tercatat 1.705 kasus atau 5,26 persen dan di tingkat SMA mencapai 1.991 kasus atau 6,12 persen.
Menurut Kadis Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko mengatakan salah satu faktor utama penyebab anak mengalami obesitas adalah konsumsi gula yang berlebihan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Heri Mustamin, mengingatkan para orang tua, khususnya ibu muda, agar lebih memperhatikan pola makan anak menyusul data Dinas Kesehatan Kota Pontianak yang mencatat 170 kasus obesitas balita pada Agustus 2025.
“Saya mengimbau ibu-ibu, terutama yang baru memiliki anak, supaya lebih selektif dalam memberikan makanan. Sekarang ini produk olahan sangat banyak, tetapi dampaknya terhadap kesehatan perlu diwaspadai,” ujarnya, Selasa (23/9/25).
Heri menjelaskan, banyak produk olahan dan minuman kemasan mengandung pemanis sintetis atau gula yang tidak memenuhi standar kesehatan bagi anak.
Menurutnya, orang tua sebaiknya kembali pada pola pemberian makanan sederhana seperti yang dilakukan generasi sebelumnya.
“Kalau bisa, makanan untuk anak itu benar-benar diperhatikan. Jangan semua yang instan diberikan, karena belum tentu gizinya baik,” katanya.
Ia juga meminta instansi terkait seperti BPOM, Dinas Kesehatan, dan posyandu meningkatkan pengawasan agar kasus obesitas pada balita tidak semakin meluas.
“Jangan sampai kita baru bertindak setelah masalah besar terjadi. Lebih baik pencegahan sejak awal,” pungkasnya.
